Blogger templates

Selasa, 28 Mei 2013

Tes Intoleransi dan Diet Sehat, Bobot Wanita Ini Turun 32 Kg


Before
After

Jakarta, Meskipun sudah mencoba untuk memilih makanan sehat dan rajin olahraga, bobot Sidoine Price (26) stabil di angka 89 kg. Hingga akhirnya ia melakukan tes intoleransi makanan dan menemukan penyebab utama bobotnya tidak bisa turun.

Sidoine yang berprofesi sebagai manajer mengungkapkan bahwa ia memang memiliki tubuh gemuk sejak lama. Tetapi selama beberapa tahun terakhir ia merasa bobotnya terus naik, hingga akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perubahan pola .

Sejak itu, Sidoine mulai makan lebih sehat, secara tetap makan 5 kali sehari dengan pola makan yang mengandung banyak protein dan sayuran seperti salad.

"Saya juga bergabung dengan gym dan mulai latihan 3 kali seminggu. Bobot saya memang turun, namun agak lama," ungkap Sidoine, seperti dilansir dari Daily Mail, Senin (27/5/2013).

Merasa hasilnya tidak sepadan dengan hasil pengaturan pola makan dan latihan di gym yang ia jalani, ia tidak puas. Secara konstan, ia juga semakin buncit setiap kali makan. Ini membuatnya tidak nyaman dan malu.

"Berbulan-bulan makan sehat dan olahraga memberikan pengaruh yang sedikit untuk saya, terutama pada pembengkakan yang saya alami di perut setiap kali makan," imbuhnya.

Dalam keputusasaan Sidoine mencoba diet radikal dengan hanya makan wortel mentah saat makan siang, tapi tetap saja hasilnya tidak memuaskan.

"Saat itulah seorang teman mengatakan bahwa saya mungkin memiliki intoleransi makanan dan menyarankan agar saya mencoba melakukan tes intoleransi makanan," ungkap Sidoine.

Setelah melakukan tes ini, hasilnya menunjukkan bahwa Sidoine memiliki intoleransi terhadap sejumlah makanan, termasuk makanan sehat seperti wortel. Padahal beberapa bulan terakhir ia justru melakukan diet dengan hanya makan wortel.

"Mengurangi makanan yang masuk ke dalam daftar intoleransi yang saya miliki memberi efek besar. Dalam beberapa hari perut saya terasa lebih ramping," imbuh Sidoine.

Selain wortel, Sidoine juga intoleransi terhadap susu sapi dan ragi. Ia pun tidak mengonsumsi semua jenis makanan tersebut selama 3 bulan berikutnya. Tes intoleransi makanan membuat Sidone segera mengubah kebiasaan makannya dan menjalankan diet sehat. Kini bobot Sidoine stabil di 57 kg, ia telah menurunkan bobotnya sekitar 32 kg.

Menu makan Sidoine:

Sarapan: Smoothie (strawberry, blueberry, pisang dan kedelai)
Makan siang: Sup kentang buatan sendiri dengan daun bawang tanpa wortel atau sup krim tanpa susu
Makan malam: Omelet tanpa susu, kentang kukus dengan tuna dan jagung, serta ayam dan sayuran.

"Kini saya jauh lebih percaya diri pada musim panas. Saya akhirnya bisa menikmati belanja pakaian, padahal sebelumnya saya menghindarinya," imbuh Sidoine.

Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara intoleransi makanan dan berat badan.

"Intoleransi makanan merupakan masalah serius dan sering salah didiagnosis. Saya bertemu banyak klien yang secara konsisten makan sehat dan berolahraga secara teratur tapi masih merasa sulit untuk menurunkan bobot," imbuh Alli Godbold, seorang ahli gizi.

Dilanjutkan oleh Godbold, intoleransi makanan dapat menyebabkan reaksi kekebalan dalam tubuh yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau kesulitan dalam menurunkan berat badan.

Pakai Sembarang Pelumas, Ms V Bisa Kena Infeksi Ragi

 
ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta, Sama halnya dengan kondom, di tengah gairah bercinta yang menggebu-gebu dan Anda membutuhkan pelicin, tentu Anda ingin buru-buru mendapatkannya. Tapi sebuah studi baru dari UCLA memperingatkan bahwa menggunakan sembarang pelumas dapat menempatkan Anda pada infeksi vagina.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan selama dua tahun terhadap 141 wanita berusia antara 18-65 tahun yang aktif berhubungan seksual, peneliti menemukan bahwa partisipan yang menggunakan pelicin berupa petroleum jelly berisiko mengidap bacterial vaginosis sebesar 22 persen. Begitu juga dengan partisipan yang menggunakan minyak-minyak tertentu sebagai pelumas berisiko mengalami infeksi ragi hingga 32 persen.

"Bisa jadi produk-produk ini mengubah keseimbangan flora atau organisme yang tinggal di dalam vagina, berikut tingkat keasaman vagina sehat. Padahal perubahan keseimbangan tersebut, entah itu karena kesalahan pemilihan pelumas atau faktor lainnya dapat memicu infeksi pada vagina," terang peneliti Joelle Brown, PhD.

Apalagi semakin banyak studi yang membuktikan bahwa beberapa produk yang diklaim dapat menjaga kesehatan vagina, termasuk sejumlah produk pelumas tertentu dan produk pembersih yang tak terlalu dibutuhkan vagina, justru dapat merusak jaringan vagina sekaligus meningkatkan risiko infeksi yang lebih serius seperti HIV. Menurut Brown, hal ini akan semakin parah jika infeksinya tak kunjung diobati karena dapat menyebabkan gangguan kesuburan.

Untuk itu, ketika memilih pelumas, carilah yang dapat bekerja dengan baik tapi juga takkan mempengaruhi jumlah bakteri yang hidup di dalam vagina. Hal ini dikemukakan Lauren Streicher, MD, asisten profesor obstetri dan ginekologi dari Northwestern University, AS.

"Dan tak ada yang lebih buruk daripada petroleum jelly. Karena pelumas ini bisa bertahan di dalam vagina selama berhari-hari, menarik serta mengumpulkan bakteri jahat sekaligus membuat kondom dari lateks menjadi tak begitu efektif," kata Dr. Streicher seperti dilansir Prevention, Selasa (28/5/2013).

"Begitu juga dengan minyak dapur andalan Anda. Lagipula jika minyak itu ditujukan untuk makanan Anda, jangan pernah menggunakannya untuk hal lain. Selain itu, minyak-minyak alami seperti minyak rambut juga menurunkan efektivitas kondom lateks, tak mudah dibilas serta menjebak banyak bakteri jahat di dalam vagina," tambahnya.

Tapi bukan berarti Anda harus menghindari penggunaan pelumas sama sekali. Bagaimanapun hal ini dapat menambah semarak kehidupan seksual Anda dengan pasangan. Kuncinya adalah baca komposisi pelumasnya terlebih dulu. Berikut pedoman yang direkomendasikan Dr. Streicher:

1. Yang harus dihindari
- Gliserin
Zat ini seringkali ditambahkan pada pelumas berbahan air agar lebih licin. Padahal gliserin hampir mirip dengan glukosa atau gula yang dapat menciptakan tempat berkembang biak yang baik bagi ragi. Begitu pula dengan jenis gula lain yaitu sorbitol.

- Asetat
Asetat sama halnya dengan alkohol yang secara alami dapat menyebabkan vagina mengering atau iritasi pada kulit vagina yang halus. Jika tetap digunakan, dikhawatirkan terlalu banyak gesekan yang mengenai jaringan vagina akan melukainya dan membuka peluang munculnya infeksi atau penyakit menular seksual lainnya.

- Propylene Glycol
Biasanya zat ini digunakan sebagai pengawet pada banyak pelumas populer, padahal propolene glycol dapat menyebabkan iritasi pada vagina.

2. Yang harus dicari
- Silikon (Dimethicone)
Pelumas berbahan silikon jauh lebih tahan lama daripada pelumas berbahan air dan tidak membutuhkan gula tambahan untuk membuatnya tetap licin.

- Aloe vera
Kata Dr. Streicher, zat alami ini tidak mengubah dinding vagina dan benar-benar membantu melembutkan kulit.

- Bebas Paraben (Paraben-Free)
Sebelumnya para pakar memperingatkan bahayanya kandungan paraben dalam kosmetik, begitu pula dengan pelumas bercinta Anda. Sayangnya banyak produk kebersihan wanita yang menggunakan pengawet seperti paraben dan hal ini diperbolehkan. Jika Anda dapat mencegahnya, pilihlah produk kewanitaan yang tak mengandung paraben, termasuk untuk urusan ranjang.

Yuk, Biasakan Anak Senang Olahraga!

:
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Seorang anak sedang bersepeda di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo saat hari bebas kendaraan bermotor, Minggu (2/9/2012).
Jakarta - Olahraga adalah aktivitas yang wajib dilakukan siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Aktivitas fisik ini akan membantu membentuk tulang dan otot yang kuat, serta jantung dan paru yang sehat. Anak yang rajin berolahraga akan tumbuh tinggi, sehat, dan bugar.


"Berbagai aktivitas fisik seperti bermain dan berlari, dapat menjadi bentuk olahraga (bagi anak-anak). Namun, dengan keteraturan akan memberi hasil maksimal," kata residen Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Sophia Benedicta Hage.

Kebiasaan beraktivitas olah fisik sejak kecil, lanjut Sophia, diharapkan akan terbawa sampai dewasa sehingga membentuk fisik yang kuat dan tak mudah sakit.

Kegiatan olahraga sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan aktivitas keseharian. Olahraga, menurut Sophia, harus direncanakan, memiliki tujuan, dan berulang. Hal yang sama berlaku juga untuk anak-anak.

Sophia menjelaskan, ada kriteria yang menentukan apakah olahraga  pada anak sudah dilakukan dengan baik dan benar. Kriteria pertama adalah, aktivitas olahraga sebaiknya dilakukan setiap hari selama sekitar 1 jam. Sedangkan untuk senam dilakukan sedikitnya selama 30 menit.

"Olahraga sebaiknya dilakukan sebelum jam 10 pagi dan kena sinar matahari," imbuh Sophia yang menegaskan bahwa sinar matahari mengandung vitamin D yang berfungsi membentuk dan mencegah keropos tulang.

Pengukuran intensitas olahraga, menurut Sophia, tidak dapat dilakukan melalui keringat yang keluar. Keringat merupakan hasil pembakaran kalori. Banyaknya cairan yang keluar tidak mengindikasikan hal yang sama pada jumlah kalori.

"Berbicara olahraga berarti tentang intensitas. Baik pada orang dewasa maupun anak indikasinya meliputi detak jantung dan nafas," kata Sophia.

Detak jantung yang lebih cepat dan nafas tersengal, menandakan intensitas aktivitas mencapai sedang sampai tinggi. Akibatnya, detak jantung terasa lebih cepat, dengan nafas yang terengah.

Tips ajak anak olahraga

Kebersamaan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan menumbuhkan kegemaran olahraga pada anak. Sophia mengatakan orangtua menjadi contoh bagi anak dalam beraktivitas fisik. "Tidak sulit membuat anak olahraga, ada beberapa kiat yang dapat dipraktikkan," kata Sophia

1. Orangtua harus berolahraga

Orangtua menjadi teladan bagi anaknya. Orangtua yang gemar berolahraga seperti berenang, jogging atau bersepeda akan memancing anak mengikuti kebiasaan sehat tersebut. Hasilnya, anak akan langsung mengikuti tanpa harus diperintah.

2. Tegakkan aturan dalam keluarga

Orangtua harus konsisten dan berperan utama dalam penegakan aturan. Penegakan aturan diharapkan bisa mengurangi kebiasaan buruk dalam keluarga. Sophia menyarankan kebiasaan duduk diam menonton televisi, bermain komputer, atau video game tidak boleh lebih dari 2 jam sehari. Hal ini akan mendorong anak beraktifitas fisik di luar selama beberapa jam. "Penegakan aturan berefek pada kebiasaan keluarga. Misalnya tidak langsung menyalakan televisi ketika bangun, atau berolahraga sebelum nonton," kata Sophia.

3. Ajak tetangga

Mengajak tetangga olahraga bersama bisa menjadi aktivitas seru dan menyenangkan. Selama berolahraga para orangtua kemungkinan membawa serta anaknya. Ketika orangtua berolahraga, anak bisa bermain bersama teman sebaya. "Akhirnya seluruh keluarga bisa beraktifitas bersama. Hal ini tentu lebih sehat dibanding duduk diam di rumah," kata Sophia.

Senin, 27 Mei 2013

6 Kebiasaan untuk Mencegah Penuaan Dini


Daripada kaget ketika tiba-tiba menyadari wajah menampakkan keriput, lebih baik lakukan perawatan sejak dini.
Jakarta – Penuaan dan permasalahan pada kulit wajah memang tak pernah bisa dihindari. Jadi, jangan kaget bila akhirnya wajah Anda menampakkan kerutan, bercak-bercak hitam, pori-pori membesar, atau kulit yang mulai menggelambir. Lantas, bagaimana cara merawatnya agar tidak terjadi lebih cepat daripada seharusnya?


Menurut dr Abraham Arimuko, SpKK, salah satu dermatologist di Lusense Aesthetic Centre, House of Lusense, Jakarta, perawatan untuk mengurangi proses penuaan dini bisa Anda lakukan mulai dari diri sendiri. Yang dimaksudnya dengan mulai dari diri sendiri bisa berupa menjaga asupan makanan dan minuman yang cukup serta seimbang.

"Seimbang di sini maksudnya, mulai dengan seimbang asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Tak lupa, air menjadi faktor yang sangat penting dalam mempertahankan kesehatan tubuh termasuk kulit," jelasnya, saat talkshow "Preserve Your Youth", Kamis (23/5/2013) lalu.

"Produk perawatan kulit sehari-hari turut mendukung keadaan kulit dari aktivitas yang Anda lakukan. Yaitu, memilih sabun, pelembab, dan menggunakan sunblock yang sesuai dengan jenis kulit dan jenis aktivitas dan lingkungan Anda," sambungnya, sambil menambahkan bahwa perawatan seperti facial, massage, chemical peeling, botox, laser, sampai operasi, perlu dilakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun, penuaan dini bukan hanya berkaitan dengan kulit wajah, tetapi juga kebugaran tubuh. Maka selain melakukan perawatan tersebut, ubah juga kebiasaan-kebiasaan Anda. Misalnya:

Lindungi wajah ketika mengendarai mobil. Ahli bedah dermatologis Eric Bernstein menyebut pasiennya mengidap "sindrom jendela mobil". Mereka mengalami kerusakan kulit lebih parah pada sisi wajah yang dekat dengan jendela mobil dikarenakan paparan sinar matahari. Maka, selalu aplikasikan sunscreen sebelum berkendara, dan lindungi wajah dengan sunglasses atau topi yang lebar.

Perbaiki kerusakan kulit. Konsumsi buah-buahan seperti semangka dan mangga, juga sayur dan umbi-umbian seperti bayam dan ketela yang kaya akan vitamin A untuk membantu memperbaiki sel-sel kulit.

Kurangi kopi dan soda. Untuk mencegah kulit yang kusam dan rambut beruban, tingkatkan asupan air dan kurangi minuman yang bersifat diuretik seperti kopi dan soda. Kadar asam pada kopi juga akan menggerus kalsium (yang akan mempercepat pengeroposan tulang) dan menimbulkan kemerahan pada kulit.

Konsumsi kalsium. Tubuh kita membangun kepadatan tulang sebelum usia 30-an, oleh karena itu sebaiknya Anda sudah mengonsumsi cukup kalsium sebelumnya. Elizabeth Somer, pakar diet dan penulis Age-Proof Your Body, menyarankan Anda untuk terus mengonsumsi makanan mengandung tinggi kalsium untuk menjaga tulang tetap kuat.

Hindari daging merah dan makanan kemasan. Kedua jenis makanan tersebut mengandung lemak jenuh, tepung putih, dan gula, yang tidak hanya mudah meningkatkan berat badan tapi juga akan terlihat pada kulit. Kelebihan lemak tubuh pada perut dan lengan akan memicu organ-organ lain untuk mengalami penuaan dini.

Kalahkan stres. Stres itu biasa, tetapi jangan melebihi kadar stres yang normal yang hanya akan menguras energi dan mengacaukan kekebalan tubuh kita. Lawan stres dengan melakukan olahraga secara rutin, istirahat yang cukup, dan tentunya cuti sesuai waktunya.

Habis Caesar, Bisakah Melahirkan Normal?


Jika persalinan normal mengalami kesulitan, ibu berpanggul sempit harus melahirkan dengan operasi atau caesar.
Jakarta- "Dok, saya (25) ibu seorang anak (1,5) yang kini tengah mengandung lagi. Usia kehamilan sekarang 4 bulan. Anak pertama lahir secara caesar. Apakah persalinan nanti bisa normal? Sejauh ini sih bekas operasi tidak ada masalah. Terima kasih atas jawabannya." (Nur Khayati - Kebumen, Jateng)


Bila kehamilan saat ini terjadi kurang dari satu tahun sejak kelahiran yang lalu, maka persalinannya tidak boleh dilakukan normal, artinya harus dioperasi lagi. Hal ini disebabkan proses penyembuhan luka operasi tersebut belum optimal dan berisiko tinggi mengalami robekan rahim (ruptura uteri) saat persalinan nanti.

Sedangkan jika jarak persalinannya sudah lebih dari satu tahun, syarat untuk dapat melahirkan normal antara lain panggul ibu normal, berat janin tidak melebihi kapasitas panggul ibu, tidak ada tumor jalan lahir, dan dinding rahim pada kehamilan 9 bulan masih cukup tebal (minimal 4 mm), serta tidak nyeri saat ditekan. Pengukuran ketebalan dinding rahim dilakukan melalui USG transvaginal agar pengukurannya dapat lebih akurat.

Dari studi literatur, persalinan bekas operasi caesar tidak diizinkan normal bila jarak kehamilan kurang dari satu tahun, sudah dua kali operasi caesar, panggul sempit atau abnormal, sayatan pada rahim berbentuk memanjang (seksio sesarea klasik), dan fasilitas rumah sakit tidak memungkinkan.

Banyak skoring yang dapat dipakai untuk meramalkan keberhasilan persalinan normal pada bekas operasi caesar, misalnya modifikasi skoring Alamia yang dipakai di RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad, Jakarta. Selama kehamilan perlu dipantau munculnya rasa nyeri di sekitar jahitan operasi, yaitu di sekitar tulang kemaluan. Pada kehamilan 36 minggu diukur ketebalan rahim melalui pemeriksaan USG transvaginal. Bila sudah tipis, maka persalinan harus melalui operasi caesar.

Regangan dinding rahim yang berlebihan atau dindingnya sudah tipis akan menimbulkan nyeri di daerah jahitan operasi. Nyeri dapat timbul spontan akibat kontraksi rahim atau karena penekanan dari luar. Dokter kandungan Anda akan menilai secara saksama apakah Anda dapat melahirkan normal atau harus operasi caesar kembali.

Kamis, 23 Mei 2013

Aktif Bercinta Selama Hamil Banyak Manfaatnya


shutterstock
Jakarta- Berhubungan seks saat hamil aman dan tetap disarankan oleh para dokter. Asalkan kehamilan sehat dan kuat, bercinta saat hamil justru memberikan banyak manfaat, baik bagi istri maupun suami.


Dokter spesialis kebidanan UF Bagazi, SpOG dari Brawijaya Woman & Children Hospital mengatakan, berhubungan seks saat hamil bisa dilakukan sejak trimester pertama hingga ketiga, tergantung kenyamanan dari pasangan.

"Kenyamanan berhubungan seks bervariasi tergantung individu. Umumnya wanita mengalami penurunan minat berhubungan di trimester awal sehingga mungkin mereka tidak merasa nyaman. Sebagian wanita mungkin tidak merasakannya, namun merasa tidak nyaman di trimester akhir karena perutnya yang sudah besar," tutur Bagazi.

Kendati demikian, banyak keuntungan yang didapat dari kegiatan bercinta saat hamil. Berikut Bagazi menuturkannya beberapa di antaranya.

1. Meningkatkan keintiman
Bukan hanya memenuhi kebutuhan biologis, berhubungan seks akan meningkatkan keintiman pasangan. Saat hamil wanita cenderung mencurahkan perhatiannya pada kehamilannya sehingga mungkin membuat kemesraan sedikit berkurang.


2. Meningkatkan sirkulasi darah
Berhubungan seks memicu produksi adrenalin dan meningkatkan denyut jantung, sehingga sirkulasi darah menjadi meningkat. Sirkulasi darah yang meningkat dapat memperbaiki suplai oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke janin.

3. Analgesik
Kegiatan bercinta dengan pasangan akan meningkatkan produksi hormon bahagia yaitu erdorfin. Hormon ini dapat mengurangi rasa nyeri sehingga berfungsi sebagai analgesik.

4. Kulit halus
Bercinta saat hamil dapat membuat kulit menjadi lebih halus. Alasannya, bercinta membantu meningkatkan hormon estrogen yang menghaluskan kulit.

5. Membakar lemak
Kegiatan bercinta sudah diketahui dapat meningkatkan pembakaran lemak, begitu pula yang dilakukan saat kehamilan. Maka kegiatan bercinta mungkin dapat membantu menjaga berat badan tidak naik berlebihan di saat hamil.

Jangan Biarkan Cacing Mata Bersemayam di Mata Anda

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Rabu, 22/05/2013 17:52 WIB
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Cacing tidak hanya bersemayam di saluran pencernaan manusia. Sebab mata juga menjadi salah satu tempat favorit bagi cacing untuk bersarang. Hii, jangan biarkan cacing bersemayam di Mata Anda.

Dalam perbincangan dengan detikHealth pada Rabu, (22/5/2013) dr Gitalisa Andayani, SpM seorang spesialis mata Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM Kirana, menjelaskan bahwa umumnya larva cacing bisa masuk ke mata melalui aliran darah ke mata. "Ya memang bisa tapi jarang, umumnya larva masuk melalui kontak atau lewat aliran darah ke mata," ucap dr Gita.

Dr Gita pun menjelaskan bahwa adanya cacing di mata dapat menyebabkan kebutaan jika dibiarkan. Nah, untuk itu dr Gita menganjurkan untuk tetap menjaga kebersihan.

"Hidup dengan bersih, hindari kontak langsung dengan bahan kotor atau terkontaminasi," kata Gita. Keberadaan cacing di mata juga pernah ditangani oleh dr Thomas Ashley Mulamoottil.

Dikutip dari detikhealth, jenis cacing yang biasa ditemukan di mata adalah Loa loa yang awalnya ditemukan di Afrika, namun sekarang telah mencapai Asia karena dibawa oleh lalat bakau. Lalat inilah yang menyebarkan telur cacing melalui luka kecil ditubuh manusia.

Ketika parasit ini menginfeksi akan timbul iritasi pada mata, sakit, dan pelupuk mata menjadi bengkak. Bahkan jika cacing ini mati di dalam tubuh manusia dapat menimbulkan akibat fatal karena mencemari darah.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk Loa-loa filariasis ini. Jadi, jagalah kebersihan diri dan lingkungan untuk menghindari masuknya cacing ke dalam mata Anda.

Yuk, Mengenal Sekilas Tentang Zat Gizi!


Shutterstock
Ilustrasi
Jakarta -  Untuk kelangsungan hidup, manusia membutuhkan asupan makanan. Makanan memang diperlukan untuk menunjang semua aktivitas kita. Nah, makanan yang dikonsumsi tentunya mengandung beragam unsur zat gizi.


Kita mendapat berbagai manfaat dari zat gizi, di antaranya mengatur metabolisme tubuh, memelihara dan mengganti jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan, serta berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh dan sebagainya.

Zat gizi terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu berdasarkan fungsi, jumlah yang dibutuhkan tubuh serta berdasarkan sumber. Berikut uraiannya:

1. Berdasarkan Fungsi

Masing-masing zat gizi memiliki fungsi yang spesifik dan berbeda. Akan tetapi zati gizi ini tak dapat berdiri sendiri.

- Zat gizi sebagai sumber energi

Dalam hal ini berfungsi menggerakkan tubuh dan proses metabolisme tubuh. Yang termasuk pada golongan ini adalah karbohidrat, lemak dan protein. Ketiga zat gizi tersebut selain menghasilkan energi untuk bergerak dan aktivitas fisik, serta metabolisme tubuh. Adapun bahan makanan yang berfungsi sebagai sumber energi di antaranya: nasi dan jagung (sumber karbohidrat); margarin dan mentega (lemak); ikan, daging, dan telur (sumber protein).

- Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh

Dalam hal ini, zat gizi berfungsi membentuk sel-sel pada jaringan tubuh, menggantikan sel-sel tubuh yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh. Zat gizi yang tergolong pada kelompok ini yaitu protein, lemak, mineral dan vitamin. Perlu diperhatikan, bila tubuh kekurangan zat gizi ini, maka tumbuh-kembang manusia berisiko terhambat.

- Zat gizi sebagai pengatur proses di dalam tubuh

Tentunya tubuh perlu memiliki keseimbangan. Agar terjadi keseimbangan, maka proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan. Lantaran itulah, dibutuhkan sejumlah zat gizi. Adapun zat gizi yang berperan adalah protein, vitamin dan mineral. Dalam hal ini, vitamin dan mineral memiliki fungsi utama sebagai zat pengatur.

2.  Berdasarkan jumlah

Nah, berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas dua, yaitu:

a. Zat gizi makro

Zat gizi makro merupakan zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, protein dan lemak. Zat gizi makro ini biasanya menggunakan satuan gram.

b. Zat gizi mikro

Zat gizi mikro merupakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin. Contoh zat gizi mikro di antaranya adalah beragam jenis vitamin mulai dari vitamin A, B, C, D, E , K  dan berbagai jenis mineral seperti zat besi, yodium, seng, dsb.

3. Berdasarkan sumber

Berdasarkan sumbernya zat gizi terbagi dua, yaitu nabati dan hewani.  Contoh zat gizi nabati misalnya beragam jenis buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Sedangkan contoh sumber zat gizi hewani misalnya daging, ikan, produk  susu dan telur.  (*)

Menilik Kandungan Gizi Hati Ayam


shutterstock
Jakarta - Hati ayam termasuk dalam bahan makanan yang sering diolah oleh masyarakat Indonesia. Selain lezat, ternyata hati ayam memiliki sejumlah zat gizi yang baik.


Hati ayam mengandung protein tinggi dan kaya akan folat, yang baik untuk meningkatkan kesuburan serta mencegah kecacatan pada bayi. Selain itu hati ayam memiliki kandungan zat besi yang tinggi dan beberapa vitamin B, terutama B12.

Kandungan nutrisi yang penting tersebut menjadikan hati ayam sebagai pilihan yang tepat untuk penderita anemia, ibu hamil atau menyusui. Hati ayam juga diketahui kaya akan vitamin A.

Anda bisa mengolah hati ayam menjadi berbagai jenis sajian, mulai dari menjadi campuran bubur ayam, sambal goreng, sampai sate yang lezat.

Salah satu hal yang wajib diperhatikan dalam mengolah hati ayam adalah memasaknya sampai matang untuk mencegah keracunan makanan yang berasal dari bakteri campylobacter. Untuk mematikan bakteri tersebut, masaklah dalam temperatur minimal 70 derajat celcius selama dua menit.

Rabu, 22 Mei 2013

Amankah Perjalanan Udara bagi Ibu Hamil?

 

Amankah Perjalanan Udara bagi Ibu Hamil?  
 Jakarta - Seperti dikutip dari Daily Mail, 21 Mei 2013, ibu hamil disarankan untuk tidak melakukan perjalanan udara saat usia kandungan mencapai 37 minggu. Ibu hamil tidak perlu takut risiko medis yang ditimbulkan oleh pemindai keamanan seluruh tubuh, penurunan tekanan oksigen selama penerbangan, dan mabuk perjalanan. Justru, faktor ketinggianlah yang harus diwaspadai.

"Risiko yang paling serius bagi perempuan di ketinggian dalam pesawat terbang adalah persalinan yang prematur," ujar seorang ilmuwan dari Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists, London.

Senada dengan pernyataan ilmuwan, International Air Travel Association and NHS Choices, sebuah asosiasi penerbangan internasional di Inggris, pun melarang wanita dengan kehamilan lebih dari 36 minggu untuk melakukan perjalanan udara. Beberapa maskapai penerbangan malah meminta surat rekomendasi dari dokter.

Namun, dokter kandungan juga perlu memperhatikan kondisi medis lain yang dapat mempersulit kehamilan dan menimbulkan masalah selama perjalanan udara, seperti anemia berat, perdarahan yang baru-baru terjadi, penyakit jantung, masalah pernapasan serius, dan patah tulang.

Selain itu, Profesor Ian Greer dari Universitas Liverpool juga mengatakan, "Jika wanita tersebut memiliki riwayat kehamilan ektopik (di luar rahim) atau keguguran, perlu dilakukan pemeriksaan USG sebelum perjalanan untuk memastikan kondisi janin."

Bagi ibu hamil, sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda, ya, sebelum melakukan perjalanan udara.

Ini Alasan Pria Impoten Enggan Konsultasi ke Dokter


(Foto: thinkstock)

Jakarta, Sulit ereksi atau mempertahankan ereksi yang diketahui sebagai disfungsi ereksi (DE) merupakan masalah yang cukup kompleks bagi laki-laki. Meskipun dapat menurunkan kualitas hubungan seksual, laki-laki masih enggan konsultasi ke dokter. Mengapa?

"Sebagian besar laki-laki dengan DE tidak mau konsultasi karena merasa malu. Mereka merasa harga dirinya sebagai laki-laki berkurang dengan ketidakmampuan ini," ungkap dr Em Yunir, SpPD, KEMD, ahli endokrin FKUI-RSCM, dalam acara seminar media Disfungsi Ereksi: 'Mengapa Pria Enggan Membicarakan serta Mengkonsultasikannya ke Dokter Psikogenik', yang diadakan di Hotel Grand Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Dilanjutkan oleh dr Yunir, keluhan DE baru akan muncul saat pasien ditanyakan oleh dokter. Sebelumnya, pasien biasanya akan lebih menceritakan masalah terkait penyakit kronik yang dianggap lebih berat. Padahal penting juga untuk menyampaikan masalah ereksinya.

Selain itu, DE lebih banyak terjadi pada laki-laki berusia 50 tahun ke atas. Pasien dengan usia tersebut cenderung merasa timbulnya gangguan pada ereksi ini sebagai sesuatu yang wajar, sehingga tidak perlu dikonsultasikan.

"Kadang pasien merasa gangguan tersebut wajar namun justru istri yang merasa terganggu dengan kondisi ini. Sehingga akhirnya baru diputuskan bersama akan dilakukan pengobatan," lanjut dr Yunir.

Oleh karena itu, laki-laki yang masih enggan berkonsultasi sebaiknya meminta pendapat dari pasangannya. Jika memang ia belum merasakan gangguan tersebut berpengaruh, pasangan biasanya bisa merasakan hal yang berbeda.

Dr Yunir juga mengungkapkan, pasien yang datang pertama kali untuk konsultasi biasanya tidak akan membawa istri dan cenderung kurang aktif menjelaskan masalahnya. Sehingga dibutuhkan peran aktif dokter untuk mencari apakah pasien memiliki gejala DE.

Banyak laki-laki yang juga enggan konsultasi karena merasa takut dengan pemeriksaan yang akan dilakukan dokter, seperti pemeriksaan fisik.

"Pemeriksaan fisik yang dilakukan sebenarnya sederhana saja. Tidak menyeramkan seperti yang dibayangkan," imbuh Dr. dr. Nur Rasyid, SpU, ahli urologi FKUI-RSCM, dalam acara yang sama.

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengkaji suara pasien. Setelah itu, pasien akan diminta berbaring dan dokter akan memeriksa apakah ada kelainan pada penis, testis, dan rambut di sekitarnya.

Dengan mau berkonsultasi, maka pengobatan yang diberikan akan semakin cepat dan akurat, sehingga kemungkinan untuk diberikan perawatan yang tepat juga akan membesar.

Awas, Disfungsi Ereksi Gara-gara Beban Psikologi


 Jakarta - Tidak semua disfungsi ereksi diakibatkan gangguan kesehatan seperti Diabetes dan Hipertensi. Menurut Dokter Spesialis Urologi, Fakultas Kedokteran Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusmo, Nur Rasyid, kebanyakan pria yang mengalami disfungsi ereksi adalah pria yang mengalami stress dan beban psikologis.

"Sekitar sepuluh persen laki - laki yang mengalami disfungsi ereksi adalah laki-laki yang mengalami tekanan psikologis, karena ada masalah dengan pasangannya," ujar Nur Rasyid, dalam seminar tentang Disfungsi Ereksi yang diadakan di Hotel Sahid, Selasa, 22 Mei 2013. Masalahnya beragam, salah satunya penampilan pasangan yang dianggap sudah tidak menarik lagi dan dianggap kurang merangsang.

Menurut Nur Rasyid, laki-laki yang mengalami Disfungsi Ereksi karena tekanan psikologis bersama pasangannya biasanya tidak berlangsung permanen. Lelaki dengan jenis Disfungsi Ereksi seperti ini ternyata tetap dapat mengalami ereksi normal ketika berhubungan di luar, selain dengan pasangannya. "Stres itu penyebab disfungsi ereksi yang non organik, tidak kelainan pada fungsi organnya," kata Nur Rasyid.

Dalam proses ereksi atau melebarnya pembuluh darah dalam penis, otak seharus mengeluarkan zat yang disebut Nitric Oxide. Namun, bila seorang pria mengalami tekanan psikologis, atau stres secara tiba-tiba maka yang dikeluarkan bukan Nitric Oxide melainkan Adrenalin yang menyebabkan pembuluh darah mengkerut.

Kenali Tanda Kurang Gizi dari Wajah Anda


Sayuran berwarna juga perlu disantap untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh.
Jakarta- Wajah tak cuma bisa menggambarkan ekspresi seseorang saja. Lebih dari itu, raut dan kondisi wajah Anda juga bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda, terutama yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan makanan yang disantap setiap harinya.

1. Wajah bengkak
Wajah yang membengkak disebabkan karena kurang berolahraga dan terlalu banyak minum minuman beralkohol. Jika diminum dalam batas yang tepat, minuman beralkohol memang bisa berpengaruh baik untuk kesehatan. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak dan tak diimbangi dengan olahraga, akan berefek buruk untuk kesehatan dan penampilan.
Dokter bedah plastik, dr Michael Prager, mengungkapkan bahwa konsumsi alkohol terlalu banyak akan meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. "Hormon ini akan menyebabkan timbunan lemak terkumpul di area wajah, khususnya di pipi, sehingga terlihat bengkak," ungkapnya.

Ia menambahkan, orang yang malas bergerak punya risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hal ini, sekalipun ia jarang minum alkohol. Akibatnya, wajah -khususnya pipi, dahi dan mata- akan terlihat lebih gemuk. Karena kulit yang menggelembung ini, Anda akan terlihat tak memiliki batas jelas antara rahang dan leher. Oleh karena itu, rajinlah berolahraga agar sirkulasi darah ke kulit berjalan lancar dan produksi kolagen juga meningkat.untuk membantu menjaga dan memelihara ksehatan anda silahkan berkunjung disini

2. Wajah pucat dan bibir pecah-pecah

Masalah ini merupakan bagian dari gejala kekurangan asupan sayuran hijau. Ross Whitehead, peneliti dari University of St Andrews, mengungkapkan bahwa sayuran dan buah memiliki pigmen warna yang disebut karotenoid. Pigmen ini yang berfungsi untuk memberi sayur dan buah ini warna-warna yang menarik. "Ketika kita menyantap sayur berwarna ini, pigmen tersebut juga akan masuk ke dalam tubuh dan membuat kulit jadi bercahaya dan tak pucat," ungkapnya.

Sedangkan kekurangan vitamin D dan B bisa menyebabkan bibir kering dan pecah-pecah. Jika sudah begini, jangan andalkan lipgloss atau pelembab bibir saja. Sebaliknya santap kacang-kacangan, buah, dan juga paprika untuk mengatasinya.

3. Dark spot

Saat makan, Anda pasti kesulitan untuk mengontrol asupan gula yang masuk. Gula memang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi. Namun, jika terlalu banyak gula yang masuk ke dalam tubuh, kulit akan mengeluarkan reaksi berupa noda hitam. Yang berbahaya adalah, jika noda hitam di kulit ini sudah mencapai leher, maka bisa jadi ini adalah pertanda awal diabetes.

4. Wajah kurus tapi tatapan kosong
Olahraga memang baik untuk kesehatan dan diet. Namun ketika terlalu berlebihan, maka justru akan berbahaya. "Misalnya, olahraga lari. Lari memang bagus untuk jantung dan paru-paru, namun ini akan mengikis lemak dari pipi, sehingga membuat pipi jadi cekung dan kempot," ungkap dr Aamer Khan, Direktur Medis dari Harley Street Skin Clinic.
Solusinya, Anda bisa memilih jenis olahraga lainnya seperti yoga atau pilates. Jika masih ingin lari pun tak masalah, tapi batasi jarak dan waktu Anda saat berlari.

Selasa, 21 Mei 2013

ASI Cegah Anak Terkena ADHD


SHUTTERSTOCK
Ilustrasi menyusui

Jakarta - Riset kembali membuktikan betapa air susu ibu (ASI) memberi manfaat yang sangat besar bagi masa depan dan pertumbuhan anak. Menurut kajian terbaru, pemberian ASI dapat mencegah terjadinya gangguan ADHD (attention-deficit/hyperactivity disorder). Anak-anak yang mendapat asupan ASI sampai usia 6 bulan memiliki risiko paling kecil menderita ADHD.

"Memberi ASI memang berdampak positif pada pertumbuhan, kesehatan, dan perlindungan bayi. Saat ini daftar tersebut bertambah panjang, karena ASI mencegah anak mencerita ADHD," kata Ruth Lawrence, profesor ilmu kesehatan anak dari University of Rochester School of Medicine.

Penelitian yang dipimpin Aviva Mimouni-Bloch dari Tel-Aviv University (TAU) Sackler Faculty of Medicine ini ingin mengetahui apakah durasi menyusui yang pendek berhubungan dengan angka kejadian ADHD pada anak. Penelitian dipublikasikan dalam Breastfeeding Medicine jurnal dari Academy of Breastfeeding Medicine.

Peneliti membandingkan sejarah pemberian ASI pada anak berusia 6 dan 12 bulan dengan ADHD dari pusat perawatan Schneider's Children Medical Center, Israel. Data yang diperoleh dibandingkan dengan 2 kelompok lainnya yang tidak menderita ADHD. .

Sebelum penelitian, para ibu ditugaskan mengisi kuisioner yang berisi latar belakang pendidikan, psikososial, status kesehatan, kehamilan, dan kelahiran. Melalui kuesioner ini, peneliti ingin mengetahui apakah para ibu memberi ASI eksklusif, memberi ASI ditambah susu formula, atau hanya memberi susu formula pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.

Berdasarkan hasil kajian, anak yang mengalami gangguan ADHD hanya diberi ASI sampai di bawah usia 3 dan 6 bulan. Sementara anak yang disusui sampai 6 bulan tidak menderita ADHD. Lebih detailnya, anak yangmenderita ADHD pada usia pemberian ASI sampai usia 3 bulan mencapai 43 persen. Sementara anak yang diberi ASI full sampai 6 bulan, hanya 29 persen yang menderita ADHD.

Meski begitu, penelitian ini masih perlu dikembangkan dan dilanjutkan. "Kita belum mengetahui kenapa bayi tidak diberi ASI. Apakah murni karena durasi atau kebiasaan makan yang tidak normal. Namun hal ini bisa menambah bukti kenapa ASI penting," kata Bloch.

Pencegahan ADHD sejak dini sangat penting pada anak. Studi sebelumnya mengatakan, anak dengan  ADHD bisa berlanjut sampai dewasa. Anak dengan ADHD juga berpotensi menderita gangguan kejiwaan lain di masa mendatang.

Cuci Wajah dengan Es Batu dan Mentimun


Kate Moss selalu menjaga kecantikan wajahnya dengan mencuci muka menggunakan mentimun dan es batu.
Jakarta - Semua perempuan pasti ingin terlihat cantik di segala usia, tak terkecuali model cantik Kate Moss. Meski usianya sudah tak lagi muda (39 tahun), mantan kekasih Johnny Depp ini masih terlihat langsing dan punya kulit wajah yang kencang, segar, dan mulus.

Hal ini cukup mengherankan, mengingat selama ini Kate dikenal sebagai perempuan yang gemar berpesta, merokok, menggunakan narkoba, dan minum alkohol. Semua hal tersebut adalah musuh terbesar bagi kulit cantik bercahaya.
Untuk melawan semua efek dari gaya hidup tak sehat tersebut, Kate mengandalkan mentimun dan es batu untuk membuat kulitnya tetap kenyal dan bercahaya.

"Saat bangun pagi dan wajahku terlihat lelah dan bengkak, langsung saja kuisi wastafel dengan es batu dan irisan mentimun," ungkap Kate. Campuran es batu dan mentimun untuk cuci muka ini membantu mengencangkan kulit wajah, dan membuat kulitnya langsung "terjaga".

Agar bercahaya, kulit membutuhkan asupan hidrogen. Mentimun bisa membantu meningkatkan hidrogen dalam tubuh. Sayuran ini juga akan membantu menyembuhkan berbagai masalah di kulit wajah, selain memberikan efek menenangkan, mendinginkan, merelaksasi, dan membantu menghaluskan kulit.dan untuk membantu memelihara kesehatan anda silahkan berkunjung disini.http://www.toko-alkes.com/
Selain rajin mencuci muka dengan es batu dan mentimun, Kate juga rajin melakukan perawatan wajah lainnya, yaitu eksfoliasi (pengelupasan sel-sel kulit mati). Meski trik ini berhasil membuat kulit Kate Moss terlihat tetap kenyal dan bercahaya sekalipun ia gemar merokok, tak berarti Anda bebas menirunya. Cara terbaik untuk membuat kulit awet muda dan segar adalah dengan makan makanan sehat, olahraga, dan cukup istirahat.

Perah ASI Saat Bekerja, Melelahkan tapi Bikin Bahagia


shutterstock
Memerah ASI bisa menjadi cara efektif untuk menyusui si kecil.

Jakarta — Memprihatinkan. Ungkapan tersebut mungkin tepat untuk menggambarkan persentase pemberian ASI eksklusif di kalangan wanita pekerja di kawasan Ibu kota Jakarta. Penelitian menunjukkan, hanya 32,3 persen pekerja wanita sektor formal yang dapat memberi ASI eksklusif kepada buah hatinya.

"Kebanyakan pekerja mengeluhkan tidak adanya ruangan untuk memerah ASI atau menyusui anaknya. Kalaupun ada, ruangan tersebut ada di lingkungan kerjanya, mayoritas subyek merasa ruangan tersebut tak cukup kondusif," kata peneliti Ray Basrowi.

Dari hasil penelitian yang berjudul "Pemberian ASI Eksklusif pada Perempuan Pekerja Sektor Formal" itu juga mengungkapkan, para pekerja umumnya tidak mengeluhkan waktu cuti setelah melahirkan sebagai faktor penghambat pemberian asi. Waktu cuti setelah melahirkan umumnya adalah selama 3 bulan. Yang menjadi kendala bagi para ibu menyusui adalah minimnya fasilitas memadai untuk menyusui ataupun memerah ASI di sela-sela bekerja.

Hal itu pula yang dirasakan Indah Handayani, seorang reporter sebuah harian ekonomi di Jakarta. Ibu seorang putra ini merasakan betul betapa berat perjuangan untuk memerah ASI ketika sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Kurangnya fasilitas ruang menyusui di kantor dan layanan publik membuat Indah kerap kelimpungan ketika harus memerah ASI.

"Rumah sakit besar sekalipun belum tentu menyediakan ruang menyusui. Kadang yang saya sesalkan awak rumah sakit seolah tidak peduli bila ada ibu yang mau memerah ASI-nya," kata Indah.

Minimnya ketersediaan ruang menyusui membuat Indah memilih toilet atau mushala ketika harus memerah ASI. Meski begitu, Indah berusaha menjaga kebersihan ASI yang diperahnya. Jika terpaksa menggunakan toilet, Indah menghindari duduk di toilet.

Ibu dari Ziyadanesh Arkan Yudha ini memilih tetap berdiri dibanding duduk di kloset, yang menurutnya penuh dengan bakteri. Indah lebih nyaman memerah di dekat wastafel atau duduk di sofa kamar mandi apabila tersedia.

"Mau gimana lagi? Yang ada cuma ini. Bagaimanapun anak saya harus minum ASI. Saya yakin, ASI adalah yang terbaik buat putra pertama saya ini," kata Indah yang saat ditemui, Jumat (17/5/2013), sedang memompa ASI di mashala sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Keyakinannya untuk terus berupaya memberi ASI bagi sang buah hati tentu bukannya tanpa alasan. Berbagai pengetahuan yang dipelajarinya mengatakan, ASI memiliki kandungan gizi dengan porsi yang cukup. ASI memungkinkan putranya yang lahir pada 23 Februari 2013 bisa tumbuh sehat tanpa ancaman obesitas. Selain itu, Indah yakin, ASI yang diberikan akan memperkuat ikatan emosi ibu dan anak walau tidak memberikannya secara lansung.

Saat ini, sudah 3 bulan Indah memerah ASI untuk buah hatinya. Indah mengakui, memang tidak mudah membawa peralatan kerja dan ASI ketika bekerja.

"Tapi, itu cuma awalnya, perlahan jadi terbiasa. Naik angkutan umum juga bukan masalah," kata wartawati yang bertempat tinggal di Bintara, Bekasi Barat, ini.

Dalam sehari, ibu berusia 28 tahun ini memompa ASI dari payudaranya tiga kali. Pertama, dilakukan pagi hari sebelum berangkat. Proses memompa kedua dan ketiga dilakukan setelah makan siang dan pukul 16.00 sore, yang keduanya dilakukan saat dirinya tengah bekerja.
ASI yang dihasilkan dalam sekali pompa bisa mencapai 110 mililiter.

Lelah, tetapi bahagia. Itulah yang selalu dirasakan Indah ketika memompa ASI. Lelah karena ia harus berjuang menemukan ruangan untuk menyusui sekaligus mengetik hasil liputannya. Bahagia karena dirinya tengah memberikan gizi terbaik untuk putra semata wayangnya.

Kendati begitu, Indah merasa hal tersebut bukan masalah. Indah bertekad akan memberi putranya ASI eksklusif selama 6 bulan. "Saya yakin dan sudah berniat. Saya akan berikan yang terbaik meski ruang menyusui terbatas. Anakku harus minum ASI," kata Indah menutup pembicaraannya.

Tiga Cara Atasi Problem Kartu Kredit Anda


Ilustrasi

Jakarta — Tidak ada salahnya untuk berhati-hati, terutama ketika berurusan pada kondisi keuangan Anda. Kita bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan setiap bulannya dan tentunya Anda ingin memastikan bahwa pengeluaran dan pemasukan dapat berjalan dengan baik, bukan?

Nah, terlebih lagi, pada zaman sekarang, penggunaan kartu kredit sudah seperti uang berjalan yang dapat digesek kapan saja ketika Anda ingin berbelanja.
Kehati-hatian pada bagian ini termasuk pada penggunaan nilai kartu kredit Anda. Ingin mengatasi masalah tersebut? Ada tiga cara yang dapat Anda lakukan guna menahan dan mengontrol penggunaan kartu kredit agar tidak berlebihan.

Menutup kartu kredit
Anda mungkin berpikir itu merupakan langkah terbaik agar tidak lagi bergantung pada kartu kredit sebagai alat transaksi. Akan tetapi, dengan menutup salah satu kartu kredit Anda, justru sebaliknya, itu dapat meningkatkan pemanfaatan kartu kredit lainnya. Jadi, cara baiknya adalah dengan mengurangi limit pada kartu kredit Anda.

Tidak menggunakan kartu kredit
Sekali lagi
, Anda mungkin berpikir telah melakukan hal yang benar dengan tidak menggunakan kartu kredit sama sekali. Justru, jika Anda tidak menggunakannya, tagihan berbentuk iuran kartu masih tetap harus Anda bayarkan. Karena itu, Anda harus mengetahui prioritas atas penggunaan kartu kredit yang benar, yaitu gunakan kartu kredit di saat benar-benar dibutuhkan, jangan gunakan hanya untuk membeli belanjaan yang kecil, kemudian lunasi tagihannya dengan lunas, jangan membayar tagihan minimalnya saja.

Rencana membeli "gadget" baru
Biasanya, penjualan gadget selalu memiliki promo dengan penggunaan kartu kredit. Namun, sebelum memutuskan dan tergiur untuk membeli berdasarkan promo tersebut, alangkah baiknya jika Anda benar-benar melihat persentase cicilan yang diberikan oleh promo kartu kredit itu. Karena itu, meski promo yang ditampilkan nol persen, tagihan yang akan Anda terima bisa tidak sesuai dengan yang ditawarkan. Karena itu, teliti terlebih dahulu dan ketahui dengan jelas sebelum Anda memutuskan untuk membeli gadget terbaru.

Hindari membuat kesalahan-kesalahan ini untuk menjaga stabilitas tagihan kartu kredit Anda.

 

Senin, 13 Mei 2013

Ibu Menyusui Tidak Perlu Pantang Makanan


Ibu menyusui tak perlu pantang makanan tertentu.

Jakarta- Selama masa menyusui eksklusif, banyak ibu yang menghindari makanan tertentu karena khawatir akan efeknya terhadap bayi. Hal ini mungkin dapat menyiksa, karena sebagian ibu "terpaksa" puasa menyantap makanan favoritnya, misalnya saja makanan yang bercita rasa pedas. Mereka takut bila nekat memakannya, bayi akan jadi rewel atau mengalami diare. Pemikirannya, bukankah apa yang kita makan nantinya akan diolah menjadi ASI dan dikonsumsi bayi?

Ternyata, menurut Gina Neill, ahli diet dari Loyola University Health System, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

"Belum ada bukti ilmiah yang mendukung asumsi bahwa makanan atau minuman tertentu bisa membuat bayi jadi rewel atau sakit," kata Neill. Menurutnya, salah satu alasan wanita berhenti menyusui adalah karena mereka pikir mereka harus mengikuti aturan makan yang sangat ketat. Namun, sebenarnya para ibu menyusui tidak butuh menu khusus.

Yang perlu Anda ketahui adalah beberapa aturan penting berikut ini:
* Selektif saat konsumsi ikan. Meski baik untuk kesehatan, para ibu menyusui harus tahu jenis ikan yang sebaiknya dihindari, yaitu ikan hiu, swordfish (todak), makarel, dan tilefish. Sebab, jenis ikan ini tinggi kandungan merkurinya. Namun, mengingat ikan adalah pangan yang tinggi Omega-3, sebaiknya tidak disingkirkan selama menyusui. Anda bisa makan ikan yang kandungan merkurinya lebih rendah, seperti ikan salmon, sardin, ikan kembung, dan ikan air tawar.

* Masih boleh minum kopi.http://www.toko-alkes.com/ Sebagian besar ibu menyusui masih boleh minum minuman mengandung kafein, seperti kopi atau teh. The American Academy of Pediatrics memberi batasan hingga dua atau tiga cangkir minuman berkafein seharinya. Namun, perhatikan juga reaksi bayi Anda setelah Anda minum kopi atau teh. Bila dia terlihat mudah rewel dan sulit tidur, mungkin itu karena bayi Anda sensitif terhadap kafein. Hal ini akan berkurang sejalan dengan pertambahan usianya.

* Makan pedas? Silakan saja. Mungkin Anda pernah dengar bayi akan sering buang angin dan rewel setelah ibunya mengonsumsi makanan yang mengandung jeruk, bawang putih, cokelat, atau bumbu yang sifatnya pedas. Ternyata, perilaku ini belum tentu berhubungan dengan asupan makanan. Bahkan ketika seorang bayi bereaksi terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya, jenis makanan itu akan berbeda pada setiap bayi.

Jadi, bila bayi teman Anda langsung diare karena ibunya makan yang pedas-pedas, bukan berarti bayi Anda akan menunjukkan reaksi yang sama. Lebih baik beri perhatian penuh terhadap apa yang Anda makan, dan apakah anak akan memberi reaksi negatif atau baik-baik saja.

Bila ternyata bayi mengidap alergi terhadap jenis makanan tertentu, tanda-tanda yang muncul adalah ruam di kulit atau ada darah dalam kotorannya. Ini biasanya terjadi saat berusia dua hingga enam minggu, tapi mungkin juga terjadi lebih dini. Jika Anda khawatir bayi mengalami alergi, segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Ternyata, BB Cream Bukan dari Korea!


Meski perempuan Korea mempopulerkan penggunaan BB Cream,namun produk kosmetik ini sebenarnya berasal dari Jerman.
Jakarta- Beberapa tahun belakangan, kecantikan dan kemulusan kulit wajah perempuan Korea berhasil mencuri perhatian dunia. Kabarnya, mereka punya rahasia untuk mempercantik wajah mereka, yaitu rajin menggunakan Blemish Balm Cream atau BB Cream. Tak aneh, jika rahasia perawatan kulit "ala Korea" tersebut diikuti oleh banyak perempuan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
BB Cream sebenarnya krim wajah yang diformulasikan dengan berbagai bahan perawatan wajah seperti foundation dan pelembab. Penggunaan BB Cream bertujuan untuk membantu mempercepat proses merias wajah, karena semua bahan perawatan telah menjadi satu.
Meski banyak orang sudah menggunakan BB Cream, namun belum banyak yang tahu tentang sejarah dan asal-usulnya. Mungkin Anda termasuk orang yang berpikir bahwa BB Cream berasal dari Korea. Padahal, sebenarnya produk kosmetik ini berasal dari Jerman. BB Cream diciptakan oleh seorang ahli dermatologi Jerman yang bernama dr Christine Schrammek, pada tahun 1920 lalu.
"Awalnya, BB Cream dibuat untuk merawat kulit sensitif para pasien rumah sakit setelah mengalami berbagai perlakuan saat menjalankan operasi," jelas dr Amaranila Lalita Drijono, SpKK, saat peluncuran Moisture White Shisho BB Serum Inside di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2013) lalu..
Karena kulit yang mengelupas, kemerahan, dan meninggalkan bekas luka setelah operasi, banyak orang terutama perempuan yang tidak percaya diri untuk keluar rumah. Maka, dr Christine menciptakan BB Cream untuk menutupi noda di wajah dengan sempurna.
"Formulasi BB Cream dibuat tidak setebal concealer dan tidak setipis foundation. Jadi, posisinya ada di tengah, yang bisa menutupi noda tapi tetap nyaman saat digunakan sehari-hari," tambahnya.
Melihat potensi dan antusias masyarakat Jerman terhadap BB Cream ini, Christine pun mengkomersilkan BB Cream sebagai salah satu kosmetik blemish balm atau krim penutup noda atau cacat di kulit. Khasiat dan manfaatnya ternyata juga diminati masyarakat di luar Jerman, dan mulai diperkenalkan ke Jepang dan Korea pada tahun 1985.
Kini, masyarakat Korea yang sangat mendambakan kulit sehat dan halus bersinar kembali menggunakan BB Cream sebagai pengganti foundation karena manfaatnya yang bisa menutupi flek hitam atau bekas jerawat. Karena banyaknya perempuan Korea, terutama selebriti Korea yang menggunakan BB Cream, semua orang pun menafsirkan bahwa BB Cream berasal dari Korea Selatan.
"Korea sebenarnya hanya negara yang mempopulerkan BB Cream, bukan yang menciptakannya," kata dr Nila.
Kini dalam perkembangannya, BB Cream terus mengalami perubahan sesuai dengan kondisi kulit perempuan masa kini. Dr Nila menambahkan bahwa jika dulu hanya mengandung foundation dan moisturizer saja, kini BB Cream sudah mengandung banyak bahan aktif lain untuk merawat dan melindungi kulit. Misalnya, serum wajah, vitamin C, vitamin E, dan juga SPF sebagai perlindungan dari sinar UV.
"Kini, BB Cream bukan hanya menjadi produk untuk menutup noda kulit dan base make-up saja, tapi juga sudah menjadi produk perawatan kulit multifungsi," tutupnya.

Minggu, 03 Maret 2013

Paradigma Kesehatan Gigi Masyarakat dan Kualitas Hidup



      Paradigma Kesehatan Gigi Masyarakat    Mengupayakan kesehatan gigi dan mulut masyarakat adalah sebuah strategi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kenyataan rendahnya kesadaran akan pentingnya merawat dan menjaga kesehatan gigi bagi masyarakat memiliki konsekwensi logis yaitu meningkatnya penyakit gigi dan mulut terutama karies atau gigi berlubang, meningkatnya penyakit gusi ( Gingivitis Marginalis Kronis) karena penumpukan karang gigi, bau mulut ( Holitosis ), abses ( Gusi bengkak) ,bahkan beberapa penelitian mutakhir menemukan bahwa gusi yang infeksi dan bengkak dapat menjadi penyebab meningkatnya resiko penyakit jantung.
       Paradigma masyarakat Indonesia, sebagai negara berkembang sangat tertinggal oleh negara-negara maju, terutama kesadaran masyarakat Indonesia di daerah terpencil ataupun masyarakat yang tinggal di perkotaan tapi tidak memiliki kesadaran yang kuat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut dalam rangka terjaminya kualitas hidup. kehilangan gigi biasanya dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa, padahal kehilangan gigi  tersebut justru akan menurunkan intake makanan yang adekuat akibat fungsi pengunyahan makanan yang tidak optimal.
       Akibat dari paradigma yang keliru ini membuat sebagian besar masyarakat tidak mengetahui manfaat dan fungsi gigi dan mulut yang sebenarnya. Gigi dan mulut diciptakan bagi manusia memiliki fungsi yaitu : mengunyah dan melunakkan makanan, sebagai bagian dari fungsi pengucapan sehingga seseorang dapat berbicara dengan baik dan benar, serta sebagai bagian dari penampilan seseorang agar tampak menarik. Sebagaimana anggota tubuh yang lain Tuhan telah menciptakanya sebagai manifestasi keadilan-Nya dan tak ada yang sia-sia.
Kesehatan Gigi dan Mulut Murid SD se-kecamatan Biduk-Biduk    Dari hasil kunjungan  penyuluhan Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut bagi siswa SD se- kecamatan Biduk-Biduk bulan Mei 2012, dengan jumlah siswa 675 orang untuk 10 sekolah dasar yang kesemuanya dilakukan pemeriksaan gigi dan mulut, hasilnya bisa disimpulkan bahwa  kurang lebih 99 % para siswa tersebut memiliki gigi berlubang, termasuk mereka yang memiliki karang gigi, gusi bengkak, hingga ditemukan puluhan diantara mereka memiliki oral hygiene( kebersihan mulut) yang dipastikan buruk akibat malas sikat gigi,  bahkan tidak memiliki sikat gigi.
Kenyataan yang memprihatinkan ini membuat kita miris, bahwa betapa jauhnya harapan kita untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut, peranan puskesmas sebagai fasilitator aktif sangat tidak cukup, peranan sekolah sebagai pembina Usaha kesehatan sekolah (UKS) sangat perlu diaktifkan, dan yang terpenting adalah peranan orang tua siswa-siswi di rumah adalah pintu pertama untuk menyuntikkan bangunan kesadaran yang baik, bahwa menyikat gigi dan mulut adalah sebuah kebiasaan yang tidak hanya dianjurkan tapi diwajibkan dan sangat penting diberi contoh oleh orang tua mereka. Karena di sisi lain terkadang orang tua di rumahpun malas menyikat gigi.
     Oleh karena itu berkaitan dengan permasalahan ini, rencana program puskesmas Biduk-Biduk berupa UKGMD ( Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa) akan direalisasikan secara bertahap, mulai dari kegiatan diskusi dan penyuluhan bagi kader-kader posyandu dengan harapan nantinya para kader diharapkan untuk menularkan kesadaran pentingnya kesehatan gigi dan mulut sejak dini kepada para ibu hamil, ibu menyusui ataupun nantinya kader secara aktif membuat forum penyuluhan UKGMD yang akan diberikan berbagai macam materi cara merawat gigi dan mulut yang baik oleh petugas puskesmas atau petugas penyuluh promkes dan penyuluh UKGMD.
      Rendahnya Pengetahuan Ilmu Kedokteran Gigi di Daerah Terpencil
Kesehatan gigi dan mulut sebagaimana kesehatan umum lainya tidak terlepas dari rendahnya pengetahuan masyarakat. Pengetahuan kesehatan gigi dan teknologi perawatan gigi adalah sebuah keharusan untuk membentuk bangunan kesadaran kepada masyarakat.Pengetahuan kesehatan gigi seharusnya tidak hanya terbatas pada gigi yang sakit, gigi tersebut dicabut dan ompong
      Masyarakat perlu mengetahui bahwa gigi dan mulut bisa dijaga agar tetap sehat misalnya dengan membersihkan karang gigi secara periodik enam bulan sekali, gigi yang lubang bisa ditambal dengan berbagai macam tambalan agar gigi tersebut kembali sehat dan berfungsi, gusi yang bengkak akibat karang gigi bisa sehat kembali dengan perawatan pembersihan karang gigi (scaling), gigi yang sarafnya infeksi bisa dilakukan perawatan saluran akarnya lalu ditambal kemudian menjadi sehat kembali, gigi yang berjejal dan sulit dibersihkan dapat diratakan dengan behel atau kawat gigi agar dapat kelihatan estetik dan mudah dibersihkan, gigi yang patah akibat jatuh atau kecelakaan dapat di pasangkan mahkota jaket agar gigi tersebut kuat dan sehat kembali.

 Baca juga : alat kesehatan murah berkualitas dan terpercaya

      Di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa kesehatan gigi dan mulut bahkan dianggap sebagai kesehatan dasar, dan tidak hanya sekedar terbatas pada aspek kuratif atau pengobatan gigi yang sakit,  tapi lebih daripada itu mereka telah lebih modern dengan estetika dan kosmetik kedokteran gigi.
     Pengetahuan-pengetahuan tersebut di atas untuk daerah terpencil sangatlah rendah, masyarakat pada umumnya hanya terbatas pada gigi yang berlubang atau infeksi dan tidak bisa disembuhkan, paradigma ini yang dimiliki setiap orang tua dan secara alamiah menurun dari generasi ke generasi. edukasi keluarga terhadap anak-anak mereka tidak akan maksimal ketika pengetahuan yang mereka miliki tidak memadai untuk itu. Oleh karena itu peranan semua pihak, selain para dokter gigi yang bertugas di daerah terpencil untuk senantiasa memberikan informasi dan pengetahuan yang mudah dipahami oleh mereka agar bisa secara efektif mengubah perilaku. Di sekolah-sekolah sejak dini mesti selalu menjadi perhatian para guru, tradisi pemeriksaan gigi bagi mereka bisa dianggap sebagai tradisi positif yang kelak nantinya menjadi kebiasaan yang baik ( Good Habit), pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap saat oleh guru dan atau dapat difasilitasi oleh dokter gigi yang ada di puskesmas.
      Kesehatan Gigi Keluarga    Pengetahuan dan informasi  yang cukup akan menjadi modal sosial bagi setiap keluarga untuk memaksimalkan upaya pemeliharaan kesehatan gigi keluarganya sejak dini. Para ibu yang merencanakan kehamilan akan memeriksakan giginya, agar kelak ketika sedang hamil giginya tetap sehat dan tidak mengganggu proses kehamilannya. Anak-anak pra sekolah yang lebih banyak jajan permen dan sejenisnya perlu pengawasan khusus agar sejak dini rajin sikat gigi ( giginya disikatkan oleh orangtuanya) dan sering kumur dan minum air putih terutama setelah makan permen. Anak-anak sekolah di didik sikat gigi yang baik dan benar dan secara periodik melakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
     Kesehatan gigi keluarga telah dicanangkan sebagai upaya strategis yang bersifat preventif dan promotif bottom-up, dengan harapan keluarga-keluarga yang dapat menjaga kesehatan giginya pada akhirnya akan menciptakan bangsa yang sehat berkualitas.
    Keluarga adalah muara semua perilaku sehat, jika setiap keluarga menganggap kesehatan gigi sebagai salah satu investasi masa depan yang akan menjamin kualitas hidup anggota keluarganya, maka sejak dini berbagai macam penyakit gigi seperti gigi berlubang ( karies), gusi bengkak ( gingivitis ) , gusi infeksi ( abses), hingga berbagai macam kanker atau keganasan dapat dicegah.
Sikat gigi diwaktu pagi dan malam hari sebelum tidur dapat mencegah gigi berlubang, dan dapat disempurnakan menjaga kesehatan mulutnya dengan, aplikasi dental floss. Flossing pada pada gigi geligi dapat menghilangkan penumpukan kotoran gigi ( plak ) pada bagian celah gigi geligi ( interdental).
Kunjungan secara periodik enam bulan sekali ke dokter gigi keluarga adalah bagian dari upaya preventif, konsultasi dan pemeriksaan gigi anggota keluarga dapat mencegah kerusakan gigi lebih lanjut, terutama gigi geligi bagian belakang yang sulit terlihat dan rumit dibersihkan, dan pada umumnya gigi belakang sering terjadi lubang ( karies) .
      Berkonsultasi cara sikat gigi yang baik dan benar juga penting, mengingat karies yang terjadi pada bagian leher gigi dan mengakibatkan gigi sensitif umumnya di sebabkan oleh metode sikat gigi yang keras dan salah, akibatnya leher gigi menjadi abrasif dan mengakibatkan kerusakan yang segera dicegah agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut.
      Paradigma sehat keluarga berupa bangunan kebiasaan, sangat tergantung dari tradisi keluarga membangun habit ( kebiasaan ) yang positif satu sama lain, investasi buat kesehatan perlu diluruskan sebagai kebutuhan primer atau pokok bukan justru dianggap sebagai kebutuhan tambahan. Sebuah kontradiksi ketika kebanyakan masyarakat kita lebih memilih berbagai macam piranti teknologi hiburan sementara kebutuhan dasarnya ( basic need) seperti kesehatan giginya tidak terjamin, lebih memilih membeli smartphone yang mahal-mahal dan mengesampingkan gigi dan mulutnya yang dipenuhi gigi berlubang, karang gigi yang menumpuk dan menyebabkan bau mulut.