Blogger templates

Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2015

TIPS MELINDUNGI DARI KABUT ASAP KEBAKARAN HUTAN





TIPS MELINDUNGI DARI KABUT ASAP KEBAKARAN HUTAN


KEBAKARAN yang melanda sejumlah lokasi diindonesia menyebabkan efek buruknya kualitas udara disekitar lokasi kebakaran.
Kebakaran sepertinya sudah menjadi rutinitas tahunan apabila musim kemarau datang dan kemungkinan hingga November mendatang, asap masih mengancam kesehatan penduduk, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan, asap kebakaran hutan sangat membahayakan mata, jantung dan paru-paru. Sebab asap ini terdiri dari campuran gas dan partikel halus dari pohon dan tanaman lain.


Pentingnya pendidikan kesehatan kepada lapisan masyarakat agar bisa meminimalir efek dari kabut asap kebakaran.

Apa saja yang harus dilakukan untuk menghadapinya?
Mengutip berbagai sumber, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, seperti:
1. Memeriksa kualitas udara lokal

Perhatikan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di lingkungan Anda. Dalam tabel biasanya ada skala pencemaran udara.

Untuk tingkat 0-50 masuk kategori kualitas udara baik, 51-100 sedang, 101-199 tidak sehat, 200-299 sangat tidak sehat dan 200-500 sangat berbahaya. Mengutip situs Badan Lingkungan Hidup blh.pekanbaru.go.id, hingga kini, kategori asap di Pekanbaru masih berbahaya.

2. Menjaga udara dalam ruangan sebersih mungkin dan disarankan untuk tinggal di dalam rumah

Tutup segala akses udara yang bisa masuk ke dalam rumah, seperti melalui jendela dan pintu. Nyalakan AC agar udara tetap ada. Lebih baik lagi bila AC yang memiliki filtrasi udara.

Jika Anda tidak memiliki AC dan terlalu pengap untuk tinggal di dalam rumah dengan jendela tertutup, carilah perlindungan di pusat evakuasi yang ditunjuk atau jauh dari daerah yang terkena.

3. Hindari kegiatan yang membuat polusi dalam ruangan

Hindari aktivitas seperti membakar lilin, memasak atau menyalakan kompor gas serta merokok karena dapat meningkatkan polusi dalam ruangan.

4. Ikuti saran dari dokter atau penyedia layanan kesehatan

Segera memeriksakan diri bila Anda memiliki gangguan jantung atau paru-paru, termasuk bila Anda memiliki asma.

5. Jangan mengandalkan masker biasa

Untuk menghindari asap yang kuat, sebaiknya tidak menggunakan masker bedah biasa. Masker ini tidak akan melindungi paru-paru Anda dari partikel kecil asap kebakaran hutan.
Gunakan masker yang
Jenis masker N95 adalah jenis masker yang digunakan oleh para tenaga medis bagian infeksi dan penyakit menular. Masker jenis ini diketahui mampu menyaring 95 persen dari seluruh partikel yang dibawa oleh udara.
Namun, kekurangan dari jenis masker N95 adalah bentuknya yang rapat dan kurang dapat dibawa dengan mobilitas yang tinggi.

Sabtu, 21 September 2013

Hindari Bercinta Saat Istri Sedang Haid



Hindari hubungan seksual saat istri dalam kondisi haid.

Bercinta merupakan kegiatan yang paling ditunggu bersama pasangan. Namun jika istri sedang haid, sepertinya Anda perlu lebih bersabar menunda aktivitas yang satu ini.

Ini karena tingginya risiko melakukan hubungan seksual saat istri sedang haid, terutama bagi kesehatan si istri. Profesor Ali Baziad, pakar kesehatan kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, ada sejumlah risiko yang akan dihadapi perempuan yang melakukan hubungan seksual di saat haid.

Pertama, risiko endometriosis, yaitu membaliknya darah "kotor" menstruasi ke rahim, bahkan organ-organ lainnya. Kondisi ini akan berakibat perlengketan darah menstruasi tersebut pada tempat yang tidak seharusnya, dan berkembang menjadi jaringan baru.

"Jika sudah terjadi perlengketan dan menampung darah, endometriosis akan menyebabkan nyeri, baik saat menstruasi ataupun saat berhubungan seks," paparnya.

Endometriosis bahkan dapat berkembang menjadi kista yang dampaknya cukup serius, seperti sulit memiliki anak. Menurut Ali, endometriosis memang bukanlah penyakit yang menyebabkan kematian, tetapi dampaknya bisa menurunkan kualitas hidup.



Selain itu, berhubungan seks saat haid juga meningkatkan risiko infeksi. Hubungan intim biasanya akan menimbulkan luka, dan sperma yang tidak steril bisa masuk ke dalam tubuh sehingga menimbulkan infeksi.

Saat haid, wanita juga mengalami penurunan hormon estrogen, yang artinya cairan lubrikasi sedang berkurang. Oleh karena itu pula, organ vagina rentan terluka dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan seks.

Sebuah penelitian dalam The Journal of Sexual Medicine mengatakan, waktu paling tepat untuk berhubungan seksual yaitu sekitar 14 hari setelah siklus menstruasi. Ini karena klitoris akan membesar sekitar 20 persen dan lebih peka terhadap rangsangan, lebih mudah mencapai orgasme, dan tentunya lebih minim risiko.

Jumat, 14 Juni 2013

Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Cepat Tua Lho




Walaupun produk anti penuaan sekarang sudah banyak beredar di pasaran, akan lebih baik jika Anda dapat mencegah penuaan dari diri sendiri. Apalagi penuaan tak hanya disebabkan bertambahnya usia lho.

Penuaan dini dapat terjadi jika Anda tidak menjaga kesehatan dengan baik. Dikutip dari Healthy Living, Jumat (14/6/2013) ini dia kebiasaan sepele yang dapat menyebabkan penuaan dini:

1. Begadang

Bagi orang muda, begadang lantaran beraktivitas dengan teman-teman ataupun melakukan berbagai kegiatan malam mungkin menyenangkan. Tetapi kebiasaan ini bisa membuat seseorang tampak lebih tua. Kurang tidur dapat menyebabkan timbulnya kantung mata dan mata murung.

"Selain itu dapat juga menyebabkan mata lelah dan pucat," ujar dr Allen Towfigh, seorang ahli saraf dan penyakit tidur yang bekerja sama dengan Weill Cornell Medical Center/New York Presbyterian Hospital.

2. Dendam

Menyimpan dendam juga menjadi salah satu penyebab penuaan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Medicine from 2005 menunjukkan bahwa kurangnya pengampunan dapat meningkatkan aktivitas saraf.

"Mendendam dapat meningkatkan stres, di mana hal ini akan meningkatkan sejumlah hormon kortisol," kata dr Jennifer Landa, kepala medis BodyLogicMD, sebuah perusahaan anti penuaan.

Kortisol sendiri berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, peningkatan tekanan darah, gula darah dan diabetes.

3. Berolah Raga Hanya Ketika Ingin Kurus

Jika tujuan Anda berolah raga hanya untuk membuang bobot tubuh, itu tidak akan efektif. Banyak penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan usia dan memperpanjang rentang hidup.

Dengan berlatih setiap hari akan membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan hormon yang menguntungkan seperti tertosteron. Lakukanlah olahraga selama 30 menit setiap hari sangat direkomendasikan.

4. Makanan Manis

Gula ternyata juga berperan dalam hal penuaan. "Makan makanan yang tinggi gula tidak hanya akan membuat Anda semakin gemuk, tapi juga meningkatkan risiko diabetes dan menyebabkan masalah kulit seperti jerawat dan keriput," jelas dr Jennifer.

Ketika Anda mengonsumsi gula, proses glycation akan terjadi, dimana gula masuk ke dalam aliran darah dan menempel pada protein dan akhirnya membentuk molekul baru yang dapat menyebabkan penuaan. Jadi, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan-makanan manis.

5. Menggosok Mata

Akibat lelah menatap komputer atau membaca terlalu lama seringkali Anda mulai mengucek-ngucek atau menggosok mata. Menurut dr Dennis Gross, seorang ahli kulit, sebisa mungkin kegiatan ini harus dihindari.

"Menggosok mata dapat memecah kolagen dan elastisitas di seluruh wilayah mata, yang akan menghasilkan keriput dan juga rusaknya kapiler," ujar Dennis.

Menurut dr Dennis kulit di daerah ini sangat sensitif dan rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan kerutan. "Sebaiknya, cobalah untuk menyeduh dua kantong teh hijau, dinginkan, kemudian tempelkan pada mata Anda selama 10 menit," saran dr Dennis.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan krim yang mengandung vitamin K dan D.

6. Tidur dengan Wajah Menghadap Bantal

Siapa sangka hal kecil ini dapat menyebabkan keriput pada wajah? Tidur dengan wajah menghadap bantal secara terus menerus akan membuat Anda terlihat lebih tua.

"Terus menerus menekan wajah ke bantal menyebabkan trauma pada kulit," kata dr Dennis.

Lalu, seiring waktu trauma ini akan diperparah karena gesekan sarung bantal dan membuat lipatan permanen serta merusak kolagen. Tidur telentang lebih dianjurkan untuk meminimalkan gesekan.

7. Jarang Minum

Kurang cairan jelas memengaruhi kelembaban kulit. Air sendiri sangat penting untuk menjaga kelembaban kulit dan membantu memberikan nutrisi penting pada kulit.
"Air dapat membantu peremajaan kulit dengan cepat. Sebaliknya, dehidrasi akan menyebabkan kulit menjadi kering, kusam, berflek, dan tentu membuat Anda tampak lebih tua," ujar Goodson, seorang nutrisionis.