Blogger templates

Kamis, 18 Juli 2013

Berapa Banyak Boleh Makan Telur dalam Sehari?

SHUTTERSTOCK
JAKARTA — Sebagai sumber protein hewani, telur sangat mudah didapatkan. Tak heran cukup banyak orang yang mengonsumsi telur setiap hari. Namun, dengan kadar kolesterolnya yang tinggi, seberapa sering kita boleh mengonsumsi sumber protein ini setiap harinya?

Sebenarnya berapa banyak yang boleh dikonsumsi tergantung pada berbagai faktor, antara lain usia, jenis kelamin, berat badan, sampai tingkat aktivitas fisik harian. Para peneliti dari Harvard Medical School merekomendasikan konsumsi satu telur per hari untuk tingkat kolesterol dan jantung yang sehat.

Hal ini didasarkan panduan diet Amerika pada tahun 2010. Disebutkan, orang dewasa sehat harus mengkonsumsi  46 sampai 56 gram protein per hari. Jumlah tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, termasuk telur.

Selain protein dan kalsium , telur juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral penting. Satu telur rebus besar tidak hanya mengandung 78 kalori, tapi juga 6,29 gram protein, 25 miligram kalsium, 0.59 miligram besi, dan 112,7 mikrogram kolin. Telur juga mengandung 22 mg folat, 260 IU vitamin, 44 IU vitamin D, 176 mg lutein dan zeaxanthin. Vitamin B juga ada di dalam telur dengan jumlah yang sedikit dari beberapa jenis.

Walau identik dengan kolesterol, tetapi berbagai penelitian membantahnya. Sebuah laporan yang dipublikasikan pada januari 2006 berjudul Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care menyimpulkan, konsumsi telur tidak berkontribusi pada penyakit jantung pada orang dewasa yang tidak memiliki riwayat kolesterol tinggi. Telur juga tidak berdampak pada kadar kolesterol darah pada 70 persen populasi.

Konsumsi telur diketahui tidak berhubungan dengan penyebab diabetes. Penelitian pada Agustus 2010 berjudul American Journal of Clinical Nutrition menyatakan, sering makan telur tidak menunjukkan risiko lebih besar terkait diabetes tipe 2. Penelitian diikuti 3.898 orang dewasa yang makan satu telur per bulan sampai satu telur per hari selama 18 tahun.

Kerap Dapat Shift Malam, 80 Persen Wanita Sulit Hamil


ilustrasi (Foto: Getty Images)

Jakarta, Studi sebelumnya mengungkapkan bahwa wanita yang bekerja shift malam berisiko tinggi terkena kanker payudara. Sekali lagi, bahaya tengah mengintai wanita-wanita yang bekerja di shift malam. Sebuah studi baru menemukan shift malam menyebabkan pekerja wanita juga susah hamil.

Berdasarkan survei yang dilakukan tim peneliti dari Southampton University terhadap lebih dari 100.000 responden wanita ini pun terungkap bahwa pola kerja selain shift harian permanen dapat meningkatkan peluang gangguan siklus menstruasi hingga 33 persen dan keguguran sebesar 29 persen.

Dan bagi wanita yang hanya bekerja di malam hari, mereka berpeluang 80 persen lebih sulit untuk bisa mengandung dibandingkan wanita yang jam kerjanya siang hari. Mereka juga dua kali lebih mungkin dikategorikan ke dalam kelompok 'sub-fertile', atau gagal hamil dalam kurun waktu satu tahun.

Menurut Dr. Linden Stocker, seorang dokter anak yang juga sering mendapat shift malam, mengatakan bahwa masalahnya waktu tidur dan bekerja yang tak tentu tampaknya mengganggu jam biologis wanita, padahal hal itu juga membantu mengendalikan fungsi-fungsi kunci wanita seperti produksi hormon, mengatur suhu tubuh, tekanan darah dan detak jantung.

Walaupun begitu, Dr. Stocker juga tak dapat mengesampingkan faktor lain seperti pekerja sistem shift yang biasanya mempunyai gaya hidup tak sehat seperti makan sembarangan atau malas berolahraga.

"Kami tak benar-benar memahami mengapa pekerja shift berisiko tinggi terkena penyakit tertentu tapi shift kerja semacam ini jelas-jelas berdampak terhadap fungsi biologis, fungsi psikologis sekaligus fungsi sosial seseorang," terang Dr. Stocker seperti dilansir Daily Mail, Rabu (10/7/2013).

Lagipula meski Dr. Stocker menemukan kaitan antara gangguan tidur dan masalah kesuburan tapi itu tidaklah membuktikan bahwa satu hal menyebabkan lainnya, begitu juga sebaliknya.

"Kalaupun temuan kami telah dikonfirmasi studi lain, berarti ada implikasi yang akan diterima oleh pekerja shift dan rencana reproduksi mereka. Untuk itu pola shift kerja yang lebih 'ramah' bisa diadopsi," tambahnya.

Namun Dr. Stuart Lavery, pakar kesuburan dari Hammersmith Hospital, West London mendesak para wanita usia melahirkan (20 persen dari pekerja shift malam) untuk tidak berhenti dari pekerjaannya sampai penelitian ini dikonfirmasi.

"Toh tak ada buktinya berganti pekerjaan dapat meningkatkan kondisi reproduksi Anda," pungkasnya.

Kenali Gejala Autisme sejak Bayi




 Diagnosis autisme yang tepat sejak usia dini sangat membantu mengurangi gejala autisme agar tidak berkembang semakin buruk. Karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk mengenali gejala-gejalanya pada bayi mereka.

Memang tidak mudah mendeteksi autisme. Dibutuhkan ketajaman pengamatan orangtua dan dokter. Namun, menurut para peneliti dari Yale University School of Medicine, gejala autisme mungkin sudah tampak pada bayi berusia 6 bulan.

Pada tahapan usia tersebut, anak-anak yang didiagnosis autisme biasanya tidak terlalu peduli pada orang di sekitarnya dan juga aktivitasnya, dibandingkan dengan anak-anak yang normal.

Katarzyna Chawarska dari Yale Child Study Center menjelaskan, penelitian yang dilakukannya menunjukkan kemungkinan melakukan identifikasi risiko autisme melalui perhatian visual anak.

Dalam penelitian tersebut, Chawarska meneliti 67 bayi yang berisiko tinggi menyandang autisme karena memiliki anggota keluarga dengan kondisi tersebut. Mereka lalu dibandingkan dengan 50 bayi yang risikonya lebih rendah.

Semua bayi ditunjukkan video berdurasi tiga menit yang menggambarkan seorang wanita melakukan beberapa kegiatan, misalnya membuat roti isi atau melihat ke mainan.

Sambil membuat roti, aktris wanita sesekali melihat ke kamera dan berusaha membuat kontak mata dan berkata, "Bagaimana kabarmu, sayang," atau "Kamu sungguh lucu," dan "Apakah kamu melihat singa?"

Para peneliti memonitor seberapa sering bayi-bayi itu melihat ke mainan dan wanita di TV. Kemudian saat bayi itu melihat ke TV, bayi yang kerap menghindari wajah wanita itu dinilai sebagai bayi yang berisiko tinggi mengalami autisme.

Anak yang menyandang autisme memang mengalami masalah perkembangan dengan tiga ciri utama, yaitu gangguan pada interaksi sosial, komunikasi, selain keterbatasan minat dan imajinasi.

Ini Dia Mitos Pola Makan yang Pengaruhi Gizi Anak


Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jakarta, Namanya juga hidup di masyarakat, tentu tak lepas dari mitos dan kebiasaan. Nah, terkait pola makan di masyarakat pun ada mitos-mitos yang dipercaya benar sehingga menjadi kebiasaan.

"Di Nigeria, makan telur dianggap akan menunda menutupnya ubun-ubun bayi," ujar Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr Pinky Saptandari, MA dalam diskusi 'Peran Budaya dalam Pemenuhan Gizi Ibu dan Anak' yang digelar Sarihusada di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (18/7/2013).

Karena ada mitos seperti itu, akibatnya ibu-ibu yang masih memberikan air susu ibu (ASI) tidak mengonsumsi telur. Padahal telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi ibu dan bayi yang disusuinya.

"Dulu di NTB ada praktik di mana bayi diberi makan nasi yang terlebih dahulu dikunyah oleh yang memberi makan, yaitu ibu/nenek. Jadi bukan cuma makanan yang dimakan bayi, tetapi mungkin juga ada penyakit yang ikut berpindah," sambung Pinky.

Mitos lainnya adalah bahwa ikan seharusnya tidak diberikan kepada Ibu Hamil karena akan membuat bayi berbau amis. Ini sama sekali tidak benar. Faktanya, ikan mengandung sejumlah nutrisi penting yang bermanfaat bagi perkembangan janin.

Selain itu masih ada yang memahami bahwa tujuan makan semata-mata hanyalah agar kenyang. Karena itu kandungan gizinya sama sekali tidak diperhatikan. Alhasil anak diberi makan banyak tetapi minim nilai gizi. Misalnya anak diberi makan nasi dalam jumlah banyak dengan lauk kecap dan kerupuk. Tentu saja makanan itu sangat minim gizi yang diperlukan bagi tumbuh kembang anak.

"Berkembang pula bahwa anak laki-laki harus makan lebih banyak daripada anak perempuan. Jika ada anak perempuan yang makannya banyak langsung dibilang makannya seperti kuli, sehingga kemudian anak perempuan makan lebih sedikit daripada anak laki-laki," papar Pinky.

Selain itu dalam struktur keluarga, prioritas utama makanan untuk ayah dan anak, sementara ibu (termasuk ibu hamil) mendapat prioritas kedua. "Ini misalnya kebiasaan di mana kalau makan ayam, ayah boleh milih dada, anak milih bagian lain, tapi ibunya dapat ceker," ucap perempuan asal Surabaya, Jawa Timur, ini.

Karena itu perlu kebijakan dan model-model layanan yang membangun kemandirian dan layanan kesehatan berbasis komunitas dengan paradigma sehat. Perlu juga perubahan pola pikir, gaya hidup dan perilaku, serta perubahan pola pengasuhan dalam keluarga.

"Pentingnya perubahan secara menyeluruh dalam pendidikan maupun pola pengasuhan dalam keluarga, agar seluruh masyarakat sadar atau melek gizi untuk membangun dan memperkuat generasi penerus bangsa," saran Pinky.

Rabu, 17 Juli 2013

Patuhi Anjuran Ini, Agar Puasa Punya Efek 'Detoks' Bagi Pencernaan


Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Jakarta, Kalau terlanjur suka pada makanan tertentu, banyak orang yang tak mempertimbangkan kandungan makanan yang dikonsumsinya. Padahal bisa jadi makanan-makanan itu mengandung racun bagi tubuh sehingga untuk waktu tertentu kita perlu melakukan detoksifikasi.

Beruntung detoksifikasi atau proses pembersihan racun dari tubuh itu sendiri tidaklah rumit, karena berpuasa atau menahan makan dan minum selama beberapa waktu dalam sehari dapat dikategorikan sebagai detoksifikasi.

Banyak dokter dan pakar kesehatan pun sepakat bahwa berpuasa adalah salah satu bentuk 'detoks alami'. Bagaimana dengan kata Rita Ramayulis, DCN, M.Kes? Pakar nutrisi ini mengatakan, "Puasa itu menurut saya termasuk detoks, sebab tubuh dibiarkan tidak mencerna makanan selama lebih kurang 12 jam. Organ tubuh yang fungsi kerjanya akan menjadi lebih baik setelah puasa adalah pankreas, usus halus, usus besar, lambung, dan hati. Ini merupakan 5 organ yang berperan penting dalam sistem pencernaan di dalam tubuh."

Rita menerangkan, jika makanan-makanan ini tidak masuk ke dalam tubuh selama 12 jam, 5 organ tersebut akan lebih bisa beristirahat. Lagipula upaya detoks itu sendiri upaya berfungsi untuk mengembalikan fungsi organ.

"Kan kita pakai selama setahun untuk mencerna makanan, jadi bagus sekali berpuasa sebulan ini, memberi kesempatan organ-organ tersebut untuk lebih istirahat dan kembali ke fungsi awal," tekan pengajar jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Jakarta II ketika dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (10/7/2013).

Selain mengamini pernyataan pakar nutrisi lulusan magister jurusan Gizi Klinik di Universitas Gadjah Mada tersebut, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB pun mengungkapkan manfaat lain dari puasa sebagai metode detoks.

Konsultan saluran pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, "Berdasarkan penelitian di RSCM bahwa ternyata pada orang yang berpuasa terjadi penurunan dari free radical. Free radical itu kan racun-racun. Padahal proses kita makan itu kan menghasilkan racun-racun."

"Puasa juga memberi kesempatan bagi pankreas, liver untuk istirahat. Dan kalau bicara soal istirahat, tentu berkaitan dengan regenerasi. Ada proses tubuh memperbaiki bagian yang rusak. Bukti-bukti klinis mengatakan demikian," tambahnya.

Lalu untuk membantu memperlancar proses detoksifikasi dengan berpuasa, adakah makanan pantangan tertentu yang harus dihindari? Menurut Rita tak ada pantangan makanan tertentu untuk mendapatkan efek detoks. Pun tak perlu memberikan ketentuan jam makan atau porsi khusus agar bisa memperoleh efek detoksifikasi karena puasa itu sendiri sudah merupakan detoks secara alami.

"High Heels" Timbulkan Nyeri Sejam Setelah Dipakai


shutterstock
JAKARTA - Bagi kebanyakan kaum wanita, sepatu bertumit tinggi alias high heels adalah barang wajib untuk menunjang penampilan. Padahal, sepatu jenis ini langsung menyebabkan sakit setelah satu jam dipakai.


Sementara itu jika sepatu bertumit tinggi dipakai untuk berdansa, rasa nyeri langsung timbul setelah 10 menit pemakaian.

Demikian diungkapkan sepertiga responden di Inggris. Mereka mengakui terpaksa menahan sakit semalaman saat menggunakan sepatu untuk dansa sehingga saat pulang mereka memilih bertelanjang kaki.

Survei tersebut dilakukan oleh The College of Podiatry terhadap 2.000 pria dan wanita, serta 60 pakar kesehatan kaki (podiatris) dan terapis kaki.

Konsultan podiatris Mike O'Neil dari College of Podiatry memperingatkan bahaya menekuk kaki akibat pemakaian sepatu yang sempit bisa menimbulkan kerusakan jangka panjang, termasuk artritis, retak tulang, dan saraf kejepit, yang membutuhkan tindakan operasi atau suntikan steroid untuk mengurangi rasa nyeri.

"Tak dipungkiri lagi pemakaian high heels membuat para wanita berpotensi cedera jangka panjang atas nama fesyen. Jika diberikan pilihan akan sepatu yang bergaya atau sepatu yang nyaman, kebanyakan akan memilih yang pertama," kata O'Neil.

Semakin tinggi dan miring tumit sepatu, semakin terdorong ke depan tubuh kita sehingga kita harus mundur untuk menyeimbangkan. "Hal ini membuat tulang panggul tidak lurus sehingga terjadi tekanan pada tulang belakang," katanya.

Sepatu tumit tinggi dengan ujung yang sempit bisa menekan kaki sehingga jari-jari kaki dipampatkan dan bisa memicu kuku tumbuh ke dalam, mata ikan, atau pun kapalan. Kondisi itu juga bisa menyebabkan kaki lebih lembab, terutama jika high heels dipakai seharian, sehingga jamur dan bakteri tumbuh subur.

"Sepatu yang membuat kita berjalan dengan bagian telapak bawah bisa menyebabkan rasa sakit dan tekanan berlebih. Ini juga bisa memicu robekan pada persendian sehingga timbul artritis," katanya.

Sepatu dengan tinggi tumit lebih dari 5 sentimeter sebaiknya diwaspadai. Bila ingin terlihat tinggi, lebih disarankan menggunakan tumpukan sol tebal, seperti sepatu wedges.

Meski sebagian besar mengeluhkan rasa nyeri akibat sepatu tumit tinggi, namun 20 persen dari responden mengatakan tak mau berobat ke dokter karena rasa nyeri tersebut tak mereka anggap penting.

Bagaimana Perawatan Gigi yang Baik Saat Puasa?



Jakarta, Saat puasa, perawatan gigi seringkali tidak dianjurkan karena dikhawatirkan akan ada cairan yang tertelan dan membatalkan puasa. Nyatanya, kesehatan gigi saat berpuasa tetap penting untuk diperhatikan dan tetap membutuhkan perawatan gigi. Bagaimana perawatan gigi yang baik saat puasa menurut dokter gigi?

"Sebetulnya batal puasa itu kan karena makan atau minum. Menurut saya kalau cuma bersihin karang gigi, kumur-kumur, tidak masalah asal jangan tertelan. Selama bulan puasa kesehatan gigi kan harus tetap dijaga," tutur Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKgA (K), PhD, spesialis kedokteran gigi anak, saat dihubungi  dan ditulis pada Rabu (17/7/2013).

Ditambahkan oleh Prof Heriandi, sebaiknya pasien tetap berkunjung ke dokter gigi untuk merawat giginya selama bulan puasa. Tak hanya pembersihan karang gigi, tindakan seperti penambalan gigi juga masih bisa dilakukan. Apalagi kalau kondisi giginya memang sudah nyeri dan memang butuh segera ditambal. Yang paling penting adalah tidak menelan apapun selama prosedur.

"Sedangkan untuk mengatasi masalah infeksi, ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa mengatasi infeksi dengan memberi suntikan dari mulut tidak apa-apa, tapi saya tidak tahu juga bagaimana pastinya," ujar Prof Heriandi, yang pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI).

Sedangkan untuk pemberian obat, dokter gigi biasanya akan tetap memberikan dosis seperti yang memang dibutuhkan oleh pasien. Hanya saja untuk mengonsumsinya akan dikembalikan pada pasien tersebut dan disesuaikan dengan jadwal sahur dan berbuka.

"Kalau minum obat kan ada yang sehari 1 kali, 2 kali, dan 3 kali. Misalnya antibiotik, kan ada yang harus diminum 2 kali sehari. Jadi, ya pasien tinggal pilih dan disesuaikan antara jadwal selama puasa dengan jadwal obat yang diperlukan," tutur Prof Heriandi.

6 Makanan Pengganti Cairan Tubuh yang Hilang


SHUTTERSTOCK
Oatmeal and Strawberry Smoothies
JAKARTA— Pilihan makanan yang tepat dapat membantu Anda mengembalikan cairan yang hilang selama berpuasa lebih dari 12 jam. Buah-buahan menjadi sumber cairan yang paling disarankan untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa. Namun, jenis buah apa yang memiliki fungsi hidrasi paling baik? Lantas, selain buah, makanan apa lagi yang sebaiknya dikonsumsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang?

* Apel
Apel mampu mengandung banyak air yang dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Livestrong melaporkan, apel berukuran sedang mengandung 110 mililiter cairan.

* Semangka
Buah yang satu ini memang menjadi santapan tepat untuk melepas dahaga karena banyaknya kandungan air di dalamnya. Buah yang menyegarkan ini memiliki komposisi air sebesar 92 persen. Selain mengandung nutrisi seperti beta-karoten, dalam semangka terdapat juga lycopene dan sumber vitamin C.

* Mentimun
Pilihan lainnya adalah mentimun. Buah ini merupakan sumber cairan yang dibutuhkan tubuh. Sumber air terbanyak dari mentimun terdapat pada bagian dagingnya. Selain kaya akan air, daging mentimun ini juga mengandung vitamin C dan memiliki zat yang dapat membuat kulit lebih rileks.

* Blewah
Buah yang satu ini banyak dan mudah ditemui saat bulan puasa. Bukan karena musim panennya bertepatan dengan bulan puasa, melainkan memang buah ini mengandung banyak air yang tepat dikonsumsi saat berbuka puasa. Menurut laporan Runner World, blewah mengandung banyak air dan potasium, yang mudah hilang saat tubuh mengeluarkan keringat. Jadi, saat udara panas atau Anda banyak beraktivitas sehingga tubuh berkeringat, ditambah lagi Anda berpuasa, blewah menjadi "obatnya".

* Daging
Selain buah, makanan berupa daging ternyata juga menyumbangkan air ke dalam tubuh. CNN melampirkan, daging memiliki fungsi hidrasi untuk tubuh. Misalnya saja, steak 100 gram menyumbangkan 50 mililter air ke dalam tubuh.

* Oatmeal
Satu lagi makanan yang mengandung banyak air adalah oatmeal. Livestrong menyebutkan, semangkuk oatmeal mengandung lebih banyak air ketimbang mentimun atau jeruk.

Jadi, tak perlu bingung memilih buah atau makanan saat sahur dan berbuka. Sediakan saja enam makanan ini di rumah.

Selasa, 16 Juli 2013

Makananmu adalah Obatmu!




JAKARTA — "You are what you eat". Apa yang Anda makan dapat mencerminkan pribadi Anda. Apa yang Anda santap juga menentukan kualitas kesehatan.
Fakta ini berlaku sama bagi semua manusia, tak terkecuali penderita kanker. Asupan makanan yang bergizi akan membantu proses pemulihan tubuh. Sebaliknya, asupan gizi yang buruk tidak akan mengembalikan sel tubuh dalam kondisi terbaiknya.
Kondisi ini dirasakan Liong Pit Lin, survivor kanker. Wanita ini telah bertahan dari serangan kanker payudara, rahim, dan tulang belakang yang menyerangnya pada 1996. Sejak dinyatakan sembuh pada 1999, sampai saat ini kanker tak pernah lagi menyerang Liong.
"Saya lupa pemeriksaan pertama yang menyatakan saya bebas kanker. Namun pola hidup sehat sudah 13 tahun membentengi saya dari kanker," katanya.
Liong mengatakan, sampai tahun 2000 ia masih menggunakan morfin bila rasa sakit tiba-tiba menyerang. Lalu, pola hidup sehat pun mulai ia jalankan pada 1998. Liong bukannya tidak mengetahui informasi tentang pola hidup sehat. Namun, kesibukannya sebagai pebisnis menyebabkannya tidak bisa menerapkan hal tersebut.
Pola makan asal kenyang dan tidak memperhatikan nutrisi selalu dilakukannya selama berkarier. "Saat itu saya juga tidak percaya masa buah dan sayur bisa menyembuhkan, ternyata makananmu adalah obatmu," ujar Liong.
Setahun menjalani pola makan sehat. Liong merasa tubuhnya lebih enteng. Dia bahkan lebih kuat untuk bangkit dari tempat tidur dan menjalani fisioterapi. "Padahal sebelumnya saya seperti hampir mati. Sudah tergeletak saja tak bisa apa-apa," katanya.
Dia mengakui memang tak mudah mengubah kebiasaan begitu drastis. Tapi, kondisi tubuh memaksanya untuk segera berubah. Pada pagi hari, Liong selalu mengawalinya dengan 2 gelas air putih dan jus buah.
Selanjutnya Liong akan beraktivitas yang ringan dan sederhana di luar ruangan. Sinar matahari diakuinya membantu proses penyembuhan. Liong baru sarapan sekitar pukul sepuluh pagi. Selanjutnya untuk makan siang dan malam, Liong mengonsumsi beras merah dan lauk yang tidak berupa daging atau digoreng. Tentunya, sayur dan buah selalu menemani.
Pola makan Liong keseharian lengkap terisi sayur, buah, nasi, dan polong-polongan. Semua diproses seminimal mungkin. Liong mengatakan sayur dan buah yang dikonsumsi 50-80 persen dalam kondisi mentah. Ia juga menghindari daging, kecuali telur. Bila ingin makan daging, Liong menyarankan sebaiknya tidak digoreng, dibakar, atau diberi bumbu terlalu banyak.
"Tidak usah goreng. Minyak goreng sangat mudah teroksidasi menjadi menjadi lemak jenuh. Kalau tidak bisa 100 persen vegetarian, minimal 80 persen," katanya.
Dalam sehari, Liong mengatakan, menyantap buah dan sayur sekitar 7 porsi. Untuk buah kira-kira setara 1/2 kilogram dari berbagai jenis. Sedangkan sayur sebanyak 4 porsi, dengan 1 porsi setara 1 ikat kecil bayam dan kangkung.
Kebiasaan ini terus dijalaninya. Bila tidak sempat makan sayur dan buah, Liong akan membawanya dalam bentuk jus. Sekitar 3-4 jenis jus buah dan sayur menjadi bekal kesehariannya. Tentunya jus ini tanpa tambahan gula.
Makanan, menurut Liong, menjadi akar masalah kesehatan. Menurutnya 70 sampai 80 persen penyebab sakit adalah makanan yang tidak terkontrol.
"Kalau mau sehat kontrol kebiasaan makan. Yang lebih penting jalani pola makan sehat dengan positif dan tersenyum," ujarnya.
Sayur dan buah memang hidangan yang kaya vitamin dan mineral. Keduanya juga kaya antioksidan yang melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Terapi menggunakan jus buah dan sayur bisa meningkatkan ketahanan sel tubuh.
"Sayur dan buah memang bisa menjadi pendukung proses penyembuhan kanker. Tapi tidak yang utama," kata spesialis kanker dari RS. Dharmais, dr. Edi Setiawan Tehuteru, MD, MHA.
Menurutnya penyembuhan kanker hanya terdiri atas operasi, radiasi, dan kemoterapi. Edi sendiri menyebut kemoterapi sebagai obat yang 'bodoh.' Maksudnya, obat tersebut tidak bisa membedakan sel kanker dan sehat. Akibatnya, sel sehat juga menjadi sasaran. Sehingga sel tersebut menjadi sakit.
Sayur dan buah akan melindungi sel sehat tersebut dari serangan obat kemoterapi. Edi mengatakan, di Dharmais memang tersedia herbal untuk beberapa efek pengobatan kanker, misal leukosit yang menurun atau kulit yang terbakar. "Namun tidak lantas menjadi yang utama," ujarnya.
Nah, tak ada salahnya bila Anda mulai membenahi pola makan menjadi lebih sehat. Konsumsilah makanan sehat seperti buah dan sayuran karena makanan sehat adalah obat bagi tubuh Anda..!

Begini Caranya Agar Gigi Anda Tak Jadi Kuning




 Senyum manis dengan gigi putih dan sehat tentu menjadi dambaan banyak orang. Sayangnya, malas menggosok gigi, merokok dan makanan tertentu dapat membuat gigi menjadi kuning. Agar tak mengganggu senyum Anda, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar gigi tak menguning.

Gigi dapat berubah menjadi kuning karena plak yang pada dasarnya adalah lapisan kotor yang mengendap secara permanen pada gigi. Seiring pertambahan usia, enamel gigi akan terkikis dan kemudian mulai menyerap warna makanan.

Minuman seperti teh dan kopi dapat meninggalkan noda pada gigi. Gigi menguning dapat dicegah jika Anda melakukan langkah-langkah khusus berikut, seperti dilansir Boldsky, Jumat (5/7/2013):

1. Gosok gigi dengan minyak mustard dan garam

Gosoklah gigi dengan minyak mustard dan garam sekali sebulan. Cara ini akan membantu membersihkan akumulasi warna makanan dan plak pada gigi. Anda bisa menggunakan jari untuk menggosok gigi atau mencelupkan kapas dalam campuran minyak mustard dan garam.

2. Minum dengan sedotan

Beberapa makanan seperti teh dan kopi dapat meninggalkan noda pada gigi. Minuman soda tertentu juga membuat enamel gigi mengikis. Jadi jika Anda tidak bisa menghindari minuman tersebut, yang terbaik adalah minum melalui sedotan. Minum dengan menggunakan sedotan dapat meminimalkan kontak dengan gigi. Ini bisa menjadi langkah penting dalam menghentikan penguningan gigi.

3. Konsumsi makanan yang renyah

Beberapa makanan renyah dapat membantu untuk memutihkan gigi dengan cara membersihkannya. Misalnya, apel, pir, selada dan lainnya. Makanan berserat ini membantu untuk membersihkan gigi secara efektif.

4. Sikat dengan baking soda

Baking soda merupakan salah satu bahan yang paling serbaguna yang ada di dapur. Sikat gigi dengan baking soda sesekali untuk memutihkan secara langsung.

5. Berhenti merokok

Merokok adalah salah satu alasan terbesar yang dapat menguningkan gigi. Mengunyah permen karet dan mencuci mulut tak akan membantu jika Anda tetap merokok. Itu sebabnya, berhentilah merokok sebelum gigi Anda berubah menjadi kuning kotor.

6. Bilas mulut setelah makan

Setiap kali Anda makan sesuatu, bilas mulut secara menyeluruh dengan air. Membilas mulut dapat menyapu akumulasi makanan dan warna makanan dari mulut Anda.

Aturan Makan Saat Sahur dan Berbuka




JAKARTA— Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa. Ketika puasa, frekuensi makan akan berkurang sehingga metabolisme tubuh juga akan berubah. Agar perubahan mendadak ini tak menurunkan daya tahan tubuh, Anda harus pandai-pandai mengatur jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh.

"Ketika tidak sedang puasa, Anda bisa bebas menyantap makanan apa saja. Tetapi, saat puasa, ada beberapa makanan yang harus dihindari saat sahur dan berbuka agar puasa tetap lancar satu bulan penuh dan tubuh tetap sehat," ujar Chef Yeni Ismayani kepada Kompas Female di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ketika menyiapkan makanan sahur dan berbuka, hal yang harus diperhatikan adalah memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan serat. Namun, selain itu, saat sahur sebaiknya hindari menyiapkan dan menyantap makanan-manan yang terlalu pedas karena bisa menyebabkan perut sakit.

Selain itu, makanan yang terlalu asam seperti pempek dan lain-lainnya juga harus dihindari. Makanan asam harus dihindari karena zat asam ini akan terfermentasi dalam lambung dan perut jadi tak nyaman.

Makanan yang terlalu asin juga harus dihindari saat santap sahur. "Makanan yang terlalu asin akan menyerap cairan dari dalam tubuh. Akibatnya, Anda jadi mudah haus," katanya.

Tidak seperti makanan sahur, makanan berbuka tidak terlalu banyak larangannya. Namun, ada baiknya untuk menghindari menyantap goreng-gorengan dan makanan berlemak.
"Ini sama saja dengan menabung penyakit. Di awal puasa mungkin masih terasa enak, tapi nanti di tengah bulan puasa, kondisi tubuh mulai menurun karena makanan yang tak sehat," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk berbuka dengan minuman manis. Hanya, hindari menggunakan pemanis buatan. Jika ingin menikmati kesegaran es buah, ganti saja sirup dengan menggunakan susu kental manis dan campuran buah-buahan manis di dalamnya.

Minggu, 14 Juli 2013

Kapan Diabetesi Perlu Batalkan Puasa?



Bagi Orang yang menderita diabetes melitus atau diabetesi sebenarnya aman untuk berpuasa, asalkan diabetesnya terkendali dengan baik dan tidak sedang menderita penyakit lain. Diabetes terkendali dengan baik berarti kadar gula darahnya kurang dari 180 mg/dl.

Kapan Diabetesi Perlu Batalkan Puasa?
 
Berpuasa sendiri, menurut pakar endokrin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Em Yunir, Sp.PD, bisa meningkatkan risiko kesehatan bagi diabetesi. Risiko tersebut antara lain gula darah terlalu rendah (hipoglikemia), gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), dehidrasi, ketoasidosis, dan sumbatan pada pembuluh darah (trombosis).

Guna menghindari risiko-risiko tersebut, imbuh Yunir, maka diabetesi harus mampu melakukan pemeriksaan secara mandiri kadar gula darah mereka. Pemeriksaan gula darah dilakukan saat sebelum berbuka dan dua jam setelah berbuka, sebelum tidur, sebelum sahur, tengah hari, dan sesuai kebutuhan.

"Setiap hasil pemeriksaan menentukan apa yang harus dilakukan setelahnya, apakah bisa melanjutkan puasa atau tidak," kata Yunir dalam seminar bertajuk "Kelola Diabetes Anda secara Tepat selama Berpuasa" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yunir memaparkan hasil pemeriksaan yang mengharuskan diabetesi membatalkan puasanya. Pertama, yaitu apabila terjadi tanda-tanda hipoglikemia atau kadar gula darah kurang dari 60 mg/dL.

"Seringkali bila hasil pemeriksaan menunjukkan hipoglikemia, diabetesi malah memilih untuk tidur. Padahal itu sangat berbahaya, gula darah bisa lebih rendah lagi," papar sekretaris jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) ini.

Bahkan, imbuh Yunir, pembatalan tetap harus dilakukan meskipun waktu berbuka puasa tinggal setengah jam lagi. "Penundaan berbuka puasa beberapa menit saja bisa berakibat fatal," katanya.

Selain itu, diabetesi perlu membatalkan puasa apabila gula darah kurang dari 70 mg/dL pada beberapa jam setelah sahur, khususnya pengguna insulin pada waktu sahur.


Yunir mengatakan, setelah sahur seharusnya gula darah lebih tinggi. Dikhawatirkan apabila sudah mencapai angka tersebut hanya beberapa jam setelah sahur, maka akan lebih rendah lagi setelahnya.
Risiko hiperglikemi juga tak boleh disepelekan diabetesi. Maka sebaiknya apabila gula darah lebih dari 300 mg/dL diabetesi juga perlu membatalkan puasa.

"Yang perlu diingat, diabetesi jangan sampai memaksakan berpuasa. Jika sudah ada tanda-tanda pusing, lemas, tangan berkeringat, segeralah batalkan puasa," tandas Yunir

Jumat, 12 Juli 2013

Tak Bisa Mikir Saat Puasa? Mungkin Ini Penyebabnya




Jakarta, Apakah Anda sering merasa sulit fokus selama berpuasa? Kondisi ini seringkali dianggap hanya diakibatkan tidak adanya asupan makanan dan minuman selama seharian. Nyatanya, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan Anda sulit fokus.

"Sulit fokus selama berpuasa itu wajar, sebagian besar orang mengalaminya. Namun tidak banyak yang paham apa saja penyebabnya, kadang dirasa hanya karena seharian tidak makan saja. Padahal ada beberapa faktor lain, jika dilakukan perubahan maka sulit fokus ini bisa dicegah," terang dr Phaidon L Toruan, seorang praktisi kesehatan, saat dihubungi oleh dan ditulis pada Jumat (12/7/2013).

Berikut beberapa penyebab saat berpuasa menjadi sulit fokus menurut dr Phaidon:

1. Penurunan gula darah

Kadar gula darah yang menurun menyebabkan kemampuan otak untuk konsentrasi akan menurun pula. Kondisi ini umumnya terjadi di 3 hari awal puasa, setelah itu otak akan berusaha untuk beradaptasi agar bisa menyeimbangkannya. Gula darah yang menurun ini umumnya disebabkan karena salah memilih menu saat sahur. Sahur dengan menu karbohidrat sederhana seperti mi, nasi putih, roti putih, atau minuman bergula, maka kadar gula darah orang tersebut akan menurun.

"Kok makanan dan minuman manis justru membuat gula darah menurun? Sebab, sesaat setelah mengonsumsi makanan dan minuman manis gula darah memang akan naik, tapi secara cepat dan drastis. Pada dasarnya otak tidak menyukai kadar gula darah yang terlalu tinggi, maka otak memerintahkan hormon insulin untuk menurunkan gula darah. Selain itu, gula darah yang terlalu tinggi juga dapat melukai dinding pembuluh darah dan mengurangi kekebalan tubuh," ungkap dr Phaidon.

2. Terlalu banyak gorengan saat sahur

Makanan yang diolah dengan cara digoreng membuat ikatan oksigen di otak berkurang 20 persen. Mengonsumsinya terlalu banyak saat sahur akan membuat otak menjadi sulit untuk konsentrasi di hari tersebut.

3. Kurang minum

Saat sahur dan berbuka, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Caranya dengan menghitung 0,03 x berat badan (dalam kg). Misalnya seseorang memiliki berat badan 55 kg, maka kebutuhan cairannya adalah 0,03 x 55 = 1,65 liter air.

"Tidak selalu kebutuhan cairan per hari itu 2 liter untuk semua orang. Dengan menggunakan rumus ini, maka orang-orang bisa tahu seberapa banyak sebenarnya cairan yang dibutuhkan. Kebanyakan setelah berbuka cepat merasa cukup minum, padahal sebenarnya tubuh masih butuh," tutur dr Phaidon.

Ini Dia Manfaat Luar Biasa dari Tidur yang Tak Terduga



Hidup sehat berawal dari pola hidup yang baik dan teratur. Termasuk di dalamnya dengan mengatur pola tidur. Dengan menerapkan pola tidur yang teratur, Anda tak hanya bisa memulihkan stamina saja, tapi masih ada manfaat tak terduganya lho.


1. Meningkatkan daya ingat

Tahukah Anda jika pikiran Anda justru sedang sibuk selama Anda tengah tertidur lelap. Ketika tidur, Anda bisa memperkuat kenangan atau 'melatih' kemampuan-kemampuan yang dipelajari saat Anda terjaga. Inilah proses yang disebut konsolidasi.

"Ketika Anda mempelajari sesuatu, baik fisik atau mental, hal yang paling baik dilakukan adalah dengan latihan," kata Dr Rapoport, profesor di NYU Langone Medical Center.

"Tapi 'latihan' yang terjadi saat tidur akan membuat Anda bisa mempelajarinya lebih baik," imbuhnya. Dengan kata lain, jika Anda mencoba belajar sesuatu yang baru, maka Anda akan melakukannya lebih baik setelah Anda tidur.

2. Mencegah peradangan

Peradangan berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, diabetes, arthritis, dan penuaan dini. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam, memiliki tingkat darah yang lebih tinggi dari protein inflamasi dibanding mereka yang tidur dengan waktu lebih banyak.

Studi pada tahun 2010 menemukan bahwa protein C-reaktif yang berhubungan dengan serangan jantung, lebih tinggi pada orang-orang yang tidurnya selama enam jam atau kurang dalam satu malam. "Orang yang memiliki sleep apnea atau insomnia bisa mengalami peningkatan tekanan darah dan peradangan," kata Dr Rapoport.

2. Memicu kreativitas

Setelah melalui tidur malam yang baik dan mengkonsolidasikan kenangan saat terjaga, otak akan menata dan merekstruktrusisasi hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya. Hal ini bisa menciptakan lebih banyak kreativitas. Para peneliti di Harvard University dan Boston College menemukan bahwa selama tidur orang bisa memperkuat komponen emosional dan memorinya sehingga bisa memacu proses kreatifitasnya.

3. Meningkatkan prestasi belajar

Menurut studi dalam jurnal Sleep 2012, anak-anak usia 10 sampai 16 tahun yang memiliki gangguang pernafasan saat tidur seperti mendengkur, sleep apnea, dan jenis pernafasan yang bisa mengganggu tidur, lebih cenderung memiliki masalah dalam perhatian belajarnya.

"Hal ini mengakibatkan kerusakan fungsional yang signifikan di sekolah," tulis para peneliti. Dalam studi lain, mahasiswa yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup memiliki nilai yang lebih buruk. "Jika Anda mencoba begadang untuk memenuhi tenggat waktu, itu hal yang berat dan jelas bisa merusak belajar," kata Dr Rapoport.

4. Hiperaktif saat kurang tidur

Menurut Dr Rapoport, efek samping kurang tidur pada anak tidak sama dengan orang dewasa. Saat orang dewasa cenderung mengantuk saat kurang tidur, anak-anak justru menjadi hiperaktif. Sebuah studi dalam jurnal Pediatrics 2009 menemukan bahwa anak usia tujuh dan delapan tahun yang tidur kurang dari delapan jam cenderung hiperaktif, lalai, dan impulsif.

"Kami mendiagnosa dan mengukur jam tidur dengan mengukur perubahan listrik di otak. Jadi tidak mengherankan bagaimana tidur bisa memengaruhi otak kita," jelas Dr Rapoport.

5. Menurunkan berat badan

Para peneliti di University of Chicago menemukan bahwa orang yang melakukan diet ditambah dengan waktu istirahat yang baik, kehilangan 56 persen lemak lebih banyak dibanding mereka yang berdiet dan kurang tidur. Kurang tidur juga menyebabkan orang yang berdiet merasa lapar.

"Tidur dan metabolisme dikendalikan oleh sektor yang sama dari otak," kata Dr Rapoport. "Ketika Anda mengantuk, hormon tertentu dalam darah Anda naik dan memicu hormon-hormon lain yang meningkatkan nafsu makan," lanjutnya.

6. Mengurangi stres

Dalam kesehatan, tidur dan stres sama-sama mempengaruhi kesehatan jantung. "Tidur pasti dapat mengurangi tingkat stres, dengan begitu tekanan darah akan lebih baik. Selain itu, tidur juga berpengaruh pada kadar kolesterol yang berperan penting dalam penyakit jantung," papar Dr Jean.

7. Mencegah terjadinya kecelakaan

Mengemudi dalam keadaan mengantuk sangat tidak disarankan. The national Highway Traffic Safety Administration melaporkan pada tahun 2009 rasa lelah dan kantuk menjadi penyebab tertinggi terjadinya kecelakaan tunggal.

"Kantuk selalu diremehkan oleh kebanyakan orang, padahal itu bisa berakibat fatal termasuk bagi masyarakat. Sulit tidur bisa berpengaruh pada reaksi saat kita akan mengambil keputusan," jelas Dr Rapoport.

Mengemudi dalam keadaan sebelumnya tidak tidur selama satu malam sama dengan mengemudi dalam keadaan mabuk atau di bawah pengaruh alkohol.

8. Mencegah depresi

"Kurang tidur bisa menyebabkan depresi. Tidur malam yang baik bisa membantu seseorang yang murung mengurangi kecemasannya. Emosi pun lebih stabil," papar Dr Jean.

Selasa, 02 Juli 2013

Mengatasi Telapak Kaki Pecah-pecah


Masalah seputar kaki yang kerap kita alami adalah telapak kaki pecah-pecah. Penyebab kondisi telapak kaki yang pecah-pecah ini ada dua, yakni internal dan eksternal. Faktor internal, di antaranya usia dan gangguan hormonal. Bertambahnya usia seseorang membuat kondisi tubuhnya  mengalami penurunan kualitas, termasuk kaki, sehingga rentan mengalami berbagai permasalahan. Sedangkan faktor eksternal, antara lain perubahan cuaca yang drastis dan pemakaian sabun atau deterjen. Kandungan soda dalam deterjen menyebabkan kulit kaki kehilangan kelembapannya dalam jumlah besar, sehingga membuatnya jadi sangat kering dan akhirnya pecah-pecah.
Perawatan yang bisa dilakukan sebenarnya sederhana saja:
* Senantiasa menjaga kelembapan kulit kaki.
* Lakukan perawatan kaki secara teratur, setidaknya 2 minggu sekali, menggunakan produk perawatan khusus untuk kaki yang berkualitas baik. Kita bisa melakukan perawatan sendiri di rumah ataupun di salon khusus yang menyediakan jasa perawatan kaki.
* Untuk perawatan dasar, cuci kaki sampai betul-betul bersih setiap kali mandi, dan jangan lupa handuki sampai benar-benar kering, terutama sela-sela jari kaki.
* Untuk perawatan rutin, cukup luangkan waktu sekitar 20-30 menit.  Rendam kaki dalam wadah berisi air hangat yang telah ditambahkan beberapa tetes desinfektan. Gosoklah jari-jari kaki dengan sikat lembut. Sementara untuk bagian tumit yang pecah-pecah, gosoklah menggunakan batu apung atau alat penghalus telapak kaki yang biasanya dijual di gerai-gerai kecantikan. Alat ini mampu mengelupaskan bagian kulit yang kering pada tumit.
* Dianjurkan setiap malam seusai membersihkan kaki gunakan foot lotion yang mengandung emollient ataupun lidah buaya yang bersifat menyejukkan. Malam hari merupakan waktu yang paling tepat untuk merawat kulit karena saat itulah kulit memperbaiki dan membangun kembali sel-selnya yang telah rusak. Bisa juga menjatuhkan pilihan pada krim atau losion yang mengandung lanolin dan provitamin D. Kandungan bahan-bahan ini akan sangat membantu melembutkan kaki yang sangat kering.
* Lakukan pemijatan kaki seusai mengoleskan losion agar peredaran darahnya lancar. Peredaran darah yang lancar berarti menjamin kaki mendapat kecukupan nutrisi.
* Jangan bertelanjang kaki di tempat yang lembap atau becek. Telapak kaki yang kelewat sering bersentuhan langsung dengan lantai juga rentan menyebabkan kulit kaki pecah-pecah.
* Gunakan sepatu kulit lembut atau berbahan kain yang memungkinkan kaki tetap dapat "bernapas".
* Jangan menggunakan sepatu tertutup sepanjang waktu. Jadi, sesekali lepaskan sepatu agar terjadi pertukaran udara. Sedapat mungkin selingi pemakaian sepatu tertutup dengan sepatu model terbuka. Selain jadi mudah sangat kering, kaki yang tertutup sepanjang hari juga akan memunculkan aroma tak sedap.

Rajin Makan Ikan Cegah Kanker Payudara


 Kanker payudara memang masih menjadi momok bagi kaum wanita. Namun penyakit ini bisa kita cegah dengan melakukan gaya hidup sehat, antara lain rajin makan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3.

Para peneliti dari China menganalisa 26 studi internasional yang melibatkan 900.000 wanita, termasuk 20.000 di antaranya menderita kanker payudara. Mereka menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi asam lemak omega-3 dari ikan paling sering memiliki penurunan risiko kena kanker payudara 14 persen lebih kecil.

Hasil studi juga menunjukkan hubungan penurunan risiko dengan dosis. Disebutkan, setiap 0,1 gram peningkatan konsumsi kadar omega-3 per hari dikaitkan dengan 5 persen penurunan risiko kanker payudara. Sebagai perbandingan, satu sajian ikan salmon mengandung 4 gram asam lemak omega-3.

Asam lemak omega-3 merupakan tipe lemak tidak jenuh yang telah diketahui dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.

Meski demikian, para peneliti mengatakan konsumsi asam lemak omega-3 dari tumbuhan tidak menunjukkan efek yang sama dalam pengurangan risiko kanker payudara.

Selain itu, mereka juga menemukan manfaat omega-3 untuk mengurangi risiko kanker payudara berbeda pada setiap populasi. Pada orang Asia, mungkin manfaatnya tidak sebesar orang Barat. Menurut para peneliti hal ini mungkin terjadi lantaran perbedaaan sumber omega-3 yang dimakan.

Manfaat omega-3 dalam ikan dinilai paling baik untuk menekan risiko kanker payudara. Sementara belum jelas apakah konsumsi omega-3 dari suplemen juga memberikan efek yang sama.

Sebuah tinjauan dari 48 studi menyimpulkan bahwa masih belum jelas konsumsi omega-3, baik dari makanan ataupun suplemen, dapat mengubah risiko penyakit jantung atau kanker. Namun bukan berarti orang harus menghentikan diet kaya omega-3.

Suplemen Minyak Ikan Tingkatkan Kemampuan Baca Anak


 Banyak orangtua memberikan suplemen minyak ikan kepada anak-anaknya karena kandungan kalsium dan omega-3 yang baik untuk pertumbuhan. Menurut studi terbaru, minyak ikan juga bisa meningkatkan kemampuan membaca anak.

Para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, melakukan penelitian manfaat omega-3 terhadap kemampuan membaca. Sekitar 362 anak berusia 7-9 tahun diberikan suplemen minyak ikan sebagai sumber omega-3 dengan dosis 600 mg selama 16 minggu.

Walaupun tidak ada efek signifikan pada keseluruhan sampel, tetapi pada anak-anak yang kemampuan membacanya rendah, setelah rutin mengonsumsi sumber omega-3, kemampuan membacanya meningkat dalam tiga minggu dibandingkan dengan anak yang mendapatkan suplemen plasebo atau tidak punya zat aktif.

Dr Alex Richardson, peneliti senior dari Centre for Evidence-Based Intervention dari Universitas Oxford, mengatakan, suplementasi omega-3 terbukti meningkatkan kemampuan baca anak yang berada dalam skala terendah untuk menyamai teman-temannya.

Studi sebelumnya menyebutkan, suplementasi omega-3 juga bermanfaat untuk anak-anak yang menderita gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktif, anak yang disleksia, serta gangguan perkembangan koordinasi.

Walaupun begitu, orangtua seharusnya tidak terlalu mengandalkan kemampuan suplemen untuk meningkatkan kemampuan membaca anak dalam waktu singkat.

Senin, 01 Juli 2013

Ragi Beras Merah Bantu Turunkan Kolesterol


shutterstock
Ilustrasi beras merah
JAKARTA- Banyak orang lebih menyukai bahan-bahan herbal untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Termasuk untuk menurunkan kadar kolesterol. Salah satu bahan herbal yang telah terbukti efektif untuk menurunkan kadar kolesterol jahat adalah ragi beras merah.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Sahid Sahirman Jakarta, dr. Aulia Sani mengatakan, ragi beras merah berfungsi menghambat produksi kolesterol dalam organ hati dan mencegah penebalan plak dalam pembuluh darah dan terhindar dari penyumbatan pembuluh.

Kolesterol sebenarnya secara alami diproduksi dalam organ hati. Namun gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan kurang beraktivitas fisik dapat meningkatkan produksi kolesterol di hati. Faktor keturunan juga berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol.

"Menghambat produksi kolesterol langsung pada organ  hati dapat menurunkan kadar kolesterol total secara cepat," tutur Aulia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/6/2013) lalu.

Ragi beras merah diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol di hati. Dilansir dari situs Drugs, ragi beras merah mengandung senyawa aktif lovastatin yang memiliki efek memperbaiki kadar lemak darah yang terlalu tinggi (hiperlipidemia) . Selain itu ada beberapa bukti juga yang menyebutkan bahwa senyawa tersebut memiliki efek antibakteri dan antikanker.

Ragi beras merah juga mengandung sterol seperti beta-sitosterol dan campesterol yang dapat menghalangi penyerapan kolesterol di usus. Selain itu isolasi asam lemak tidak jenuh seperti oleik, linoleik, dan asam linolenik, dan vitamin B kompleks seperti niasin dalam ragi beras merah juga dapat menjadi solusi dalam mengurangi kolesterol.

Uji klinis suplemen yang mengandung ekstrak ragi beras merah juga dilakukan di Indonesia oleh Aulia pada 40 pasien beberapa waktu lalu menunjukkan hasil yang positif.

"Dalam jangka waktu lima hari, rata-rata kadar LDL (kolesterol jahat) dapat turun hingga 18,87 mg/dL dan kadar trigliserida turun hingga 17,1 mg/dL," papar mantan Direktur Utama Pusat Jantung Harapan Kita ini.

Kadar kolesterol total dalam darah yang dianjurkan adalah kurang dari 200 mg/dL. Sedangkan untuk kadar LDL adalah kurang dari 100 mg/dL, dan trigliserida kurang dari 150 mg/dL. Sementara untuk kadar HDL (kolesterol baik) haruslah di atas 45 mg/dL.

Minggu, 30 Juni 2013

Wanita-wanita yang Tak Boleh Pakai KB Hormonal




Jakarta, Kontrasepsi atau KB hormonal cenderung lebih populer karena kemudahan penggunaan dan efektivitasnya. Namun tidak semua wanita diperbolehkan menggunakan jenis kontrasepsi ini. Siapa saja yang tidak diperbolehkan?

Kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik, menggunakan estrogen dan atau progestin untuk membantu mencegah ovulasi (pembuahan). Metode pengendalian kelahiran dengan hormon bersifat reversibel, sehingga wanita dapat hamil setelah menghentikan penggunaannya.

Tapi seperti kontrasepsi lainnya, kontrasepsi hormonal memiliki efek samping yang umum dan faktor risiko medis, terutama bagi wanita dengan kondisi tertentu. Sebelum memberikan satu jenis kontrasepsi, dokter atau bidan biasanya akan memeriksa dan menanyakan riwayat kesehatan wanita.

Wanita-wanita dengan kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan kontrasepsi hormonal, seperti dilansir About.com, Minggu (30/6/2013):

1. Hamil
2. Kurang dari 6 minggu pasca persalinan
3. Usia lebih dari 35 tahun
4. Perokok
5. Penderita penyakit hati aktif atau punya riwayat tumor hati
6. Penyandang diabetes
7. Punya riwayat penyakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi
8. Perdarahan vagina yang tidak bisa dijelaskan
9. Penderita kanker payudara, punya riwayat kanker payudara atau mengalami pertumbuhan abnormal pada payudara
10. Punya riwayat masalah pembekuan darah
11. Penderira migrain
12. Keberatan moral terhadap metode kontrasepsi hormonal.

Ibu Hamil, Cobalah Tidur Miring ke Kiri



Tidur miring ke kiri akan meningkatkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta dan janin. Ginjal ibu hamil juga akan bekerja lebih efisien, dengan menghilangkan cairan dan "sampah" dari dalam tubuh. Dengan posisi ini, cairan yang menumpuk di kaki dan tangan, yang membuat kaki membengkak akan berkurang. Yang terutama, posisi ini juga akan mengurangi aliran darah ke jantung dan menyebabkan penurunan aliran jantung.

Posisi yang paling tidak disarankan untuk ibu hamil adalah telentang, khususnya selama trimester akhir. Tidur dengan posisi telentang akan membuat rahim menekan tulang belakang, otot punggung, usus, dan pembuluh darah utama. Akibatnya, punggung jadi sakit, ambeien, dan penurunan peredaran darah, yang membuat Anda tidak nyaman dan menurunkan peredaran darah ke janin. Anda juga bisa jadi pusing, tekanan darah rendah, mengorok, menambah berat badan, dan mengalami sleep apnea (gangguan henti nafas).

Untuk memudahkan Anda, sebaiknya biasakan tidur miring ke kiri sejak awal kehamilan. Tidur dengan posisi yang sama sepanjang malam memang tidak akan nyaman, jadi Anda pun perlu mengubah posisi dari sisi kiri ke kanan. Meski begitu, sebaiknya Anda lebih banyak miring ke kiri demi kesehatan Anda dan bayi di dalam kandungan.

Agar Anda bisa tidur miring dengan nyaman, ini yang bisa Anda lakukan:
* Hindari minuman yang mengandung kafein seperti soda, kopi, dan teh.
* Hindari makan terlalu banyak beberapa jam sebelum tidur. Lebih baik Anda makan lebih banyak saat sarapan dan makan siang, dan makan lebih sedikit pada malam hari. Penuhi kebutuhan nutrisi dan minum air putih sepanjang hari.
* Biasakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
* Hindari latihan terlalu berat menjelang tidur, dan lakukan kegiatan yang merileksasi seperti berendam dalam air hangat selama 15 menit, minum susu hangat dengan tambahan madu.
* Terbangun karena kram? Tekan-tekan kaki Anda dengan kuat ke dinding. Tambahkan asupan kalsium ke dalam menu makan Anda untuk menghindari kram.
* Jika Anda kurang tidur pada malam sebelumnya, coba ganti dengan tidur siang selama 30-60 menit.