Jakarta, Bekerja keras untuk mengejar sukses dalam berkarir sudah menjadi gaya hidup kebanyakan perempuan urban masa kini. Kecenderungan ini bukan tanpa risiko, sebab penelitian menunjukkan perempuan yang sukses lebih rentan kanker payudara.Penelitian yang dilakukan selama 55 tahun membuktikan adanya hubungan antara stres dalam bekerja dengan risiko kanker, khususnya kanker payudara. Makin tinggi jabatan seorang perempuan, makin besar pula risiko kanker yang mungkin akan dihadapi.
Dalam penelitian itu, perempuan usia 30-an tahun yang menempati posisi manajerial di tahun 1970 memiliki tingkat stres yang sama seperti para perempuan karir di masa kini. Dalam posisi yang tentunya dihadapkan pada banyak tuntutan profesional, risiko kanker payudara naik hingga 70 persen.
"Perempuan yang menempati posisi manajerial di tahun 1970-an mengalami prasangka dan diskriminasi karena budaya saat itu menganggap laki-laki sebagai lebih bisa memimpin," kata Dr Tetyana Pudrovska yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari The Independent, Senin (10/6/2013).
Di lingkungan kerja yang bias gender, perempuan dengan jabatan tinggi mengalami stres yang lebih tinggi. Diskriminasi dan perlawanan dari anak buah maupun kolega sering muncul karena perempuan sering dianggap tidak lebih layak memimpin dibanding laki-laki.
"Kami meyakini bahwa perempuan masih menghadapi stres semacam ini, dan karenanya peningkatan risiko (kanker) masih teramati hingga sekarang," kata Dr Pudrovska yang dalam penelitian ini melibatkan hampir 4.000 orang, yang pada 1975 seluruhnya berusia 36 tahun.
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan pada perempuan selain kanker serviks. Penyebabnya multifaktor, mulai dari stres, genetik hingga kebiasaan merokok yang secara tidak langsung bisa memicu mutasi pada DNA (Deoxyribo Nucleic Acid).
JAKARTA- Ikan merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik. Jika konsumsi ikan ini dibiasakan sejak dini, manfaatnya bahkan bisa mencegah timbulnya alergi.


Ilustrasi (Foto: thinkstock)
(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Konon IQ (intelligence quotient) seseorang ditentukan dari besar kecilnya ukuran otak yang dimilikinya. Namun sebuah studi baru menemukan bahwa tinggi rendahnya IQ juga dipengaruhi oleh lebar sempitnya pembuluh darah di dalam retinanya.

Jakarta, Penyakit jantung sering diidentikkan dengan orang yang sudah berumur atau minimal berusia paruh baya. Banyak yang tidak tahu bahwa penyakit jantung juga bisa menyerang anak-anak. Hanya saja, penyebabnya berbeda dengan penyakit jantung pada orang dewasa.
JAKARTA — Mata yang terbuka lebar dengan bulu mata lentik memang membuat penampilan lebih ekspresif. Tak heran jika tren bulu mata palsu atau pun menyambung (extention) bulu mata menjadi tren yang banyak diminati.
Jakarta, Virus dan bakteri bukan satu-satunya aktor buruk yang menguji sistem kekebalan tubuh Anda. Sel T atau juga dikenal sebagai pasukan imun diuji selama 24 jam selama 7 hari oleh hal-hal yang mungkin tidak Anda duga. Bahkan hal sepele di sekitar Anda juga bisa jadi pembunuh sistem imun.