Lalu, apa saja penyebab munculnya diare pada anak? Ada beberapa hal, misalnya keracunan makanan, mengonsumsi makanan tertentu, salah minum obat, stres, infeksi bakteri dan lain-lain.
"Untuk anak yang sudah mulai sekolah, bisa jadi anak tersebut malas mencuci tangan sebelum makan. Selain itu bisa juga karena ia sering jajan sembarangan," imbuh dr Emma Nurhema, SpA, dokter spesialis anak RSUP Persahabatan, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (5/6/2013).
Bila penderita masih mau minum, maka cairan tubuh yang hilang dapat tergantikan. Tetapi bila penderita tidak mau minum dan sering muntah, maka cairan tubuhnya akan cepat hilang dan terjadilah gejala dehidrasi.
Dan untuk menjaga serta memonitor kesehatan anak anda silahkan buka tautan ini.
"Jika kondisi diare terus-menerus berlangsung, maka anak bisa mengalami dehidrasi berat. Pada akhirnya, kondisi ini jika semakin parah bahkan bisa menyebabkan anak meninggal," lanjut dr Emma.
Untuk menangani diare pada anak, dapat dilakukan pertolongan sebagai berikut:
1. Berikan Air Campuran Gula dan Garam
Anak akan kehilangan garam dalam tubuhnya yang keluar melalui diare. Oleh karena itu, sebaiknya berikanlah air campuran gula dan garam pada anak Anda. Mungkin Anda perlu sedikit memaksa anak untuk minum campuran ini, sebab rasanya yang kurang enak.
"Campuran ini diberikan sebagai pengganti cairan elektrolitnya yang hilang dari tubuhnya," imbuh dr Emma.
2. Tetap Berikan Makanan
Sama seperti kehilangan cairan elektrolit, anak yang mengalami diare juga akan kehilangan nutrisi. Berikan ia makanan seperti biasa untuk menggantikan nutrisinya yang hilang. Jika anak enggan untuk makan makanan biasa, berikan mereka makanan lunak yang Anda masak sendiri seperti bubur, apel kukus, atau pisang.
"Banyak orang tua yang enggan memberikan makanan padat untuk anaknya saat mengidap diare. Namun sebaiknya tetap berikan makanan untuk menggantikan nutrisi anak yang hilang," ujar dr Emma.
3. Jangan Hanya Berikan Air Putih
Saat diare, anak memang kehilangan banyak cairan tubuh. Seringkali orang tua hanya memberikan air putih saja, padahal anak juga butuh nutrisi lain.
"Berikan juga teh manis. Sebab, air putih saja tidak menggantikan elektrolit tubuh yang hilang," imbuh dr Emma.
4. Segera Bawa ke Dokter
Bila diare berlangsung lama, misalnya 1 -2 hari dan kencing berkurang jumlah dan frekuensinya, segera bawa anak ke rumah sakit karena ada kemungkinan terkena dehidrasi.


Ilustrasi (Foto: thinkstock)
(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Konon IQ (intelligence quotient) seseorang ditentukan dari besar kecilnya ukuran otak yang dimilikinya. Namun sebuah studi baru menemukan bahwa tinggi rendahnya IQ juga dipengaruhi oleh lebar sempitnya pembuluh darah di dalam retinanya.

Jakarta, Penyakit jantung sering diidentikkan dengan orang yang sudah berumur atau minimal berusia paruh baya. Banyak yang tidak tahu bahwa penyakit jantung juga bisa menyerang anak-anak. Hanya saja, penyebabnya berbeda dengan penyakit jantung pada orang dewasa.
JAKARTA — Mata yang terbuka lebar dengan bulu mata lentik memang membuat penampilan lebih ekspresif. Tak heran jika tren bulu mata palsu atau pun menyambung (extention) bulu mata menjadi tren yang banyak diminati.
Jakarta, Virus dan bakteri bukan satu-satunya aktor buruk yang menguji sistem kekebalan tubuh Anda. Sel T atau juga dikenal sebagai pasukan imun diuji selama 24 jam selama 7 hari oleh hal-hal yang mungkin tidak Anda duga. Bahkan hal sepele di sekitar Anda juga bisa jadi pembunuh sistem imun.
Jakarta, Gairah seks perempuan seringkali naik dan turun. Tak hanya karena lelah atau sedang tidak mood, beberapa penyebabnya mungkin karena perilaku pasangan yang tidak disadari.
Jakarta, 'Sayang anak, sayang anak!' Seruan itu lebih sering terdengar dari mulut pedagang yang menjajakan mainan untuk anak-anak. Tapi sayang anak tidak melulu harus dibuktikan dengan mainan, yang terpenting justru dengan melindunginya dari 