Blogger templates

Minggu, 30 Januari 2011

Ini Dia Mitos & Fakta Seputar Kebiasaan Merokok

Ini Dia Mitos & Fakta
Seputar Kebiasaan Merokok 
KEBIASAAN merokok memang tak baik untuk kesehatan, namun masih banyak yang melakukannya. Padahal selain menimbulkan risiko penyakit jantung, pecandu rokok bisa mengidap kanker paru-paru, kanker rongga mulut, impotensi, dan jantung.

Namun, banyaknya mitos yang berkembang seputar kebiasaan merokok ternyata bisa menyulitkan seorang perokok untuk berhenti dari kebiasaan buruknya. Apa saja mitos tersebut?

Berikut ini mitos dan fakta yang berhasil dirangkum okezone dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Indonesia dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) seputar fakta tembakau Indonesia.





Mitos

Merokok menenangkan pikiran dan meningkatkan daya konsentrasi?

Fakta

Perokok pemula merasa mual, pusing, batuk, dan mulut tak enak. Pengaruh nikotin membuat kecanduan. Pecandu rokok jadi gelisah, berkeringat dingin, dan sakit perut bila tidak merokok. Saat menghisap rokok dan nikotin menyentuh otaknya lagi, pecandu baru akan merasa tenang dan bisa konsentrasi.





Mitos

Merokok adalah hak individu yang tak boleh diganggu-gugat?

Fakta

Merokok adalah ketidakberdayaan melawan adiksi nikotin dan akibat pada kesehatannya. Rasa tanggung jawab hendaknya membuat perokok tidak membawa segala risiko gangguan kesehatan akibat rokok pada anggota keluarga yang disayanginya.





Mitos

Nikotin tak menimbulkan kecanduan?

Fakta

Report on Nicotine Addiction 1964 Depkes AS menyatakan, nikotin bersifat adiktif. Studi berikutnya mengindikasikan bahwa ketagihan rokok adalah kondisi yang patologis, seperti ketagihan narkoba.





Mitos

Polusi udara oleh asap mobil lebih berbahaya dari asap rokok?

Fakta

Asap knalpot mobil menyebar di udara terbuka, asap rokok sepenuhnya masuk ke paru-paru perokok dan orang di dekatnya. Ada 4000 bahan kimia di asap rokok, 69 di antaranya karsinogenik. Sedangkan zat racun seperti nikotin, arsen, amonia tak ada di asap mobil.


(nsa)
http://lifestyle.okezone.com

0 komentar:

Posting Komentar