Blogger templates

Rabu, 17 Juli 2013

Bagaimana Perawatan Gigi yang Baik Saat Puasa?



Jakarta, Saat puasa, perawatan gigi seringkali tidak dianjurkan karena dikhawatirkan akan ada cairan yang tertelan dan membatalkan puasa. Nyatanya, kesehatan gigi saat berpuasa tetap penting untuk diperhatikan dan tetap membutuhkan perawatan gigi. Bagaimana perawatan gigi yang baik saat puasa menurut dokter gigi?

"Sebetulnya batal puasa itu kan karena makan atau minum. Menurut saya kalau cuma bersihin karang gigi, kumur-kumur, tidak masalah asal jangan tertelan. Selama bulan puasa kesehatan gigi kan harus tetap dijaga," tutur Prof Heriandi Sutadi, drg, SpKgA (K), PhD, spesialis kedokteran gigi anak, saat dihubungi  dan ditulis pada Rabu (17/7/2013).

Ditambahkan oleh Prof Heriandi, sebaiknya pasien tetap berkunjung ke dokter gigi untuk merawat giginya selama bulan puasa. Tak hanya pembersihan karang gigi, tindakan seperti penambalan gigi juga masih bisa dilakukan. Apalagi kalau kondisi giginya memang sudah nyeri dan memang butuh segera ditambal. Yang paling penting adalah tidak menelan apapun selama prosedur.

"Sedangkan untuk mengatasi masalah infeksi, ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa mengatasi infeksi dengan memberi suntikan dari mulut tidak apa-apa, tapi saya tidak tahu juga bagaimana pastinya," ujar Prof Heriandi, yang pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI).

Sedangkan untuk pemberian obat, dokter gigi biasanya akan tetap memberikan dosis seperti yang memang dibutuhkan oleh pasien. Hanya saja untuk mengonsumsinya akan dikembalikan pada pasien tersebut dan disesuaikan dengan jadwal sahur dan berbuka.

"Kalau minum obat kan ada yang sehari 1 kali, 2 kali, dan 3 kali. Misalnya antibiotik, kan ada yang harus diminum 2 kali sehari. Jadi, ya pasien tinggal pilih dan disesuaikan antara jadwal selama puasa dengan jadwal obat yang diperlukan," tutur Prof Heriandi.

6 Makanan Pengganti Cairan Tubuh yang Hilang


SHUTTERSTOCK
Oatmeal and Strawberry Smoothies
JAKARTA— Pilihan makanan yang tepat dapat membantu Anda mengembalikan cairan yang hilang selama berpuasa lebih dari 12 jam. Buah-buahan menjadi sumber cairan yang paling disarankan untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa. Namun, jenis buah apa yang memiliki fungsi hidrasi paling baik? Lantas, selain buah, makanan apa lagi yang sebaiknya dikonsumsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang?

* Apel
Apel mampu mengandung banyak air yang dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Livestrong melaporkan, apel berukuran sedang mengandung 110 mililiter cairan.

* Semangka
Buah yang satu ini memang menjadi santapan tepat untuk melepas dahaga karena banyaknya kandungan air di dalamnya. Buah yang menyegarkan ini memiliki komposisi air sebesar 92 persen. Selain mengandung nutrisi seperti beta-karoten, dalam semangka terdapat juga lycopene dan sumber vitamin C.

* Mentimun
Pilihan lainnya adalah mentimun. Buah ini merupakan sumber cairan yang dibutuhkan tubuh. Sumber air terbanyak dari mentimun terdapat pada bagian dagingnya. Selain kaya akan air, daging mentimun ini juga mengandung vitamin C dan memiliki zat yang dapat membuat kulit lebih rileks.

* Blewah
Buah yang satu ini banyak dan mudah ditemui saat bulan puasa. Bukan karena musim panennya bertepatan dengan bulan puasa, melainkan memang buah ini mengandung banyak air yang tepat dikonsumsi saat berbuka puasa. Menurut laporan Runner World, blewah mengandung banyak air dan potasium, yang mudah hilang saat tubuh mengeluarkan keringat. Jadi, saat udara panas atau Anda banyak beraktivitas sehingga tubuh berkeringat, ditambah lagi Anda berpuasa, blewah menjadi "obatnya".

* Daging
Selain buah, makanan berupa daging ternyata juga menyumbangkan air ke dalam tubuh. CNN melampirkan, daging memiliki fungsi hidrasi untuk tubuh. Misalnya saja, steak 100 gram menyumbangkan 50 mililter air ke dalam tubuh.

* Oatmeal
Satu lagi makanan yang mengandung banyak air adalah oatmeal. Livestrong menyebutkan, semangkuk oatmeal mengandung lebih banyak air ketimbang mentimun atau jeruk.

Jadi, tak perlu bingung memilih buah atau makanan saat sahur dan berbuka. Sediakan saja enam makanan ini di rumah.

Selasa, 16 Juli 2013

Makananmu adalah Obatmu!




JAKARTA — "You are what you eat". Apa yang Anda makan dapat mencerminkan pribadi Anda. Apa yang Anda santap juga menentukan kualitas kesehatan.
Fakta ini berlaku sama bagi semua manusia, tak terkecuali penderita kanker. Asupan makanan yang bergizi akan membantu proses pemulihan tubuh. Sebaliknya, asupan gizi yang buruk tidak akan mengembalikan sel tubuh dalam kondisi terbaiknya.
Kondisi ini dirasakan Liong Pit Lin, survivor kanker. Wanita ini telah bertahan dari serangan kanker payudara, rahim, dan tulang belakang yang menyerangnya pada 1996. Sejak dinyatakan sembuh pada 1999, sampai saat ini kanker tak pernah lagi menyerang Liong.
"Saya lupa pemeriksaan pertama yang menyatakan saya bebas kanker. Namun pola hidup sehat sudah 13 tahun membentengi saya dari kanker," katanya.
Liong mengatakan, sampai tahun 2000 ia masih menggunakan morfin bila rasa sakit tiba-tiba menyerang. Lalu, pola hidup sehat pun mulai ia jalankan pada 1998. Liong bukannya tidak mengetahui informasi tentang pola hidup sehat. Namun, kesibukannya sebagai pebisnis menyebabkannya tidak bisa menerapkan hal tersebut.
Pola makan asal kenyang dan tidak memperhatikan nutrisi selalu dilakukannya selama berkarier. "Saat itu saya juga tidak percaya masa buah dan sayur bisa menyembuhkan, ternyata makananmu adalah obatmu," ujar Liong.
Setahun menjalani pola makan sehat. Liong merasa tubuhnya lebih enteng. Dia bahkan lebih kuat untuk bangkit dari tempat tidur dan menjalani fisioterapi. "Padahal sebelumnya saya seperti hampir mati. Sudah tergeletak saja tak bisa apa-apa," katanya.
Dia mengakui memang tak mudah mengubah kebiasaan begitu drastis. Tapi, kondisi tubuh memaksanya untuk segera berubah. Pada pagi hari, Liong selalu mengawalinya dengan 2 gelas air putih dan jus buah.
Selanjutnya Liong akan beraktivitas yang ringan dan sederhana di luar ruangan. Sinar matahari diakuinya membantu proses penyembuhan. Liong baru sarapan sekitar pukul sepuluh pagi. Selanjutnya untuk makan siang dan malam, Liong mengonsumsi beras merah dan lauk yang tidak berupa daging atau digoreng. Tentunya, sayur dan buah selalu menemani.
Pola makan Liong keseharian lengkap terisi sayur, buah, nasi, dan polong-polongan. Semua diproses seminimal mungkin. Liong mengatakan sayur dan buah yang dikonsumsi 50-80 persen dalam kondisi mentah. Ia juga menghindari daging, kecuali telur. Bila ingin makan daging, Liong menyarankan sebaiknya tidak digoreng, dibakar, atau diberi bumbu terlalu banyak.
"Tidak usah goreng. Minyak goreng sangat mudah teroksidasi menjadi menjadi lemak jenuh. Kalau tidak bisa 100 persen vegetarian, minimal 80 persen," katanya.
Dalam sehari, Liong mengatakan, menyantap buah dan sayur sekitar 7 porsi. Untuk buah kira-kira setara 1/2 kilogram dari berbagai jenis. Sedangkan sayur sebanyak 4 porsi, dengan 1 porsi setara 1 ikat kecil bayam dan kangkung.
Kebiasaan ini terus dijalaninya. Bila tidak sempat makan sayur dan buah, Liong akan membawanya dalam bentuk jus. Sekitar 3-4 jenis jus buah dan sayur menjadi bekal kesehariannya. Tentunya jus ini tanpa tambahan gula.
Makanan, menurut Liong, menjadi akar masalah kesehatan. Menurutnya 70 sampai 80 persen penyebab sakit adalah makanan yang tidak terkontrol.
"Kalau mau sehat kontrol kebiasaan makan. Yang lebih penting jalani pola makan sehat dengan positif dan tersenyum," ujarnya.
Sayur dan buah memang hidangan yang kaya vitamin dan mineral. Keduanya juga kaya antioksidan yang melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Terapi menggunakan jus buah dan sayur bisa meningkatkan ketahanan sel tubuh.
"Sayur dan buah memang bisa menjadi pendukung proses penyembuhan kanker. Tapi tidak yang utama," kata spesialis kanker dari RS. Dharmais, dr. Edi Setiawan Tehuteru, MD, MHA.
Menurutnya penyembuhan kanker hanya terdiri atas operasi, radiasi, dan kemoterapi. Edi sendiri menyebut kemoterapi sebagai obat yang 'bodoh.' Maksudnya, obat tersebut tidak bisa membedakan sel kanker dan sehat. Akibatnya, sel sehat juga menjadi sasaran. Sehingga sel tersebut menjadi sakit.
Sayur dan buah akan melindungi sel sehat tersebut dari serangan obat kemoterapi. Edi mengatakan, di Dharmais memang tersedia herbal untuk beberapa efek pengobatan kanker, misal leukosit yang menurun atau kulit yang terbakar. "Namun tidak lantas menjadi yang utama," ujarnya.
Nah, tak ada salahnya bila Anda mulai membenahi pola makan menjadi lebih sehat. Konsumsilah makanan sehat seperti buah dan sayuran karena makanan sehat adalah obat bagi tubuh Anda..!

Begini Caranya Agar Gigi Anda Tak Jadi Kuning




 Senyum manis dengan gigi putih dan sehat tentu menjadi dambaan banyak orang. Sayangnya, malas menggosok gigi, merokok dan makanan tertentu dapat membuat gigi menjadi kuning. Agar tak mengganggu senyum Anda, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar gigi tak menguning.

Gigi dapat berubah menjadi kuning karena plak yang pada dasarnya adalah lapisan kotor yang mengendap secara permanen pada gigi. Seiring pertambahan usia, enamel gigi akan terkikis dan kemudian mulai menyerap warna makanan.

Minuman seperti teh dan kopi dapat meninggalkan noda pada gigi. Gigi menguning dapat dicegah jika Anda melakukan langkah-langkah khusus berikut, seperti dilansir Boldsky, Jumat (5/7/2013):

1. Gosok gigi dengan minyak mustard dan garam

Gosoklah gigi dengan minyak mustard dan garam sekali sebulan. Cara ini akan membantu membersihkan akumulasi warna makanan dan plak pada gigi. Anda bisa menggunakan jari untuk menggosok gigi atau mencelupkan kapas dalam campuran minyak mustard dan garam.

2. Minum dengan sedotan

Beberapa makanan seperti teh dan kopi dapat meninggalkan noda pada gigi. Minuman soda tertentu juga membuat enamel gigi mengikis. Jadi jika Anda tidak bisa menghindari minuman tersebut, yang terbaik adalah minum melalui sedotan. Minum dengan menggunakan sedotan dapat meminimalkan kontak dengan gigi. Ini bisa menjadi langkah penting dalam menghentikan penguningan gigi.

3. Konsumsi makanan yang renyah

Beberapa makanan renyah dapat membantu untuk memutihkan gigi dengan cara membersihkannya. Misalnya, apel, pir, selada dan lainnya. Makanan berserat ini membantu untuk membersihkan gigi secara efektif.

4. Sikat dengan baking soda

Baking soda merupakan salah satu bahan yang paling serbaguna yang ada di dapur. Sikat gigi dengan baking soda sesekali untuk memutihkan secara langsung.

5. Berhenti merokok

Merokok adalah salah satu alasan terbesar yang dapat menguningkan gigi. Mengunyah permen karet dan mencuci mulut tak akan membantu jika Anda tetap merokok. Itu sebabnya, berhentilah merokok sebelum gigi Anda berubah menjadi kuning kotor.

6. Bilas mulut setelah makan

Setiap kali Anda makan sesuatu, bilas mulut secara menyeluruh dengan air. Membilas mulut dapat menyapu akumulasi makanan dan warna makanan dari mulut Anda.

Aturan Makan Saat Sahur dan Berbuka




JAKARTA— Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa. Ketika puasa, frekuensi makan akan berkurang sehingga metabolisme tubuh juga akan berubah. Agar perubahan mendadak ini tak menurunkan daya tahan tubuh, Anda harus pandai-pandai mengatur jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh.

"Ketika tidak sedang puasa, Anda bisa bebas menyantap makanan apa saja. Tetapi, saat puasa, ada beberapa makanan yang harus dihindari saat sahur dan berbuka agar puasa tetap lancar satu bulan penuh dan tubuh tetap sehat," ujar Chef Yeni Ismayani kepada Kompas Female di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ketika menyiapkan makanan sahur dan berbuka, hal yang harus diperhatikan adalah memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan serat. Namun, selain itu, saat sahur sebaiknya hindari menyiapkan dan menyantap makanan-manan yang terlalu pedas karena bisa menyebabkan perut sakit.

Selain itu, makanan yang terlalu asam seperti pempek dan lain-lainnya juga harus dihindari. Makanan asam harus dihindari karena zat asam ini akan terfermentasi dalam lambung dan perut jadi tak nyaman.

Makanan yang terlalu asin juga harus dihindari saat santap sahur. "Makanan yang terlalu asin akan menyerap cairan dari dalam tubuh. Akibatnya, Anda jadi mudah haus," katanya.

Tidak seperti makanan sahur, makanan berbuka tidak terlalu banyak larangannya. Namun, ada baiknya untuk menghindari menyantap goreng-gorengan dan makanan berlemak.
"Ini sama saja dengan menabung penyakit. Di awal puasa mungkin masih terasa enak, tapi nanti di tengah bulan puasa, kondisi tubuh mulai menurun karena makanan yang tak sehat," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk berbuka dengan minuman manis. Hanya, hindari menggunakan pemanis buatan. Jika ingin menikmati kesegaran es buah, ganti saja sirup dengan menggunakan susu kental manis dan campuran buah-buahan manis di dalamnya.

Minggu, 14 Juli 2013

Kapan Diabetesi Perlu Batalkan Puasa?



Bagi Orang yang menderita diabetes melitus atau diabetesi sebenarnya aman untuk berpuasa, asalkan diabetesnya terkendali dengan baik dan tidak sedang menderita penyakit lain. Diabetes terkendali dengan baik berarti kadar gula darahnya kurang dari 180 mg/dl.

Kapan Diabetesi Perlu Batalkan Puasa?
 
Berpuasa sendiri, menurut pakar endokrin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr.Em Yunir, Sp.PD, bisa meningkatkan risiko kesehatan bagi diabetesi. Risiko tersebut antara lain gula darah terlalu rendah (hipoglikemia), gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), dehidrasi, ketoasidosis, dan sumbatan pada pembuluh darah (trombosis).

Guna menghindari risiko-risiko tersebut, imbuh Yunir, maka diabetesi harus mampu melakukan pemeriksaan secara mandiri kadar gula darah mereka. Pemeriksaan gula darah dilakukan saat sebelum berbuka dan dua jam setelah berbuka, sebelum tidur, sebelum sahur, tengah hari, dan sesuai kebutuhan.

"Setiap hasil pemeriksaan menentukan apa yang harus dilakukan setelahnya, apakah bisa melanjutkan puasa atau tidak," kata Yunir dalam seminar bertajuk "Kelola Diabetes Anda secara Tepat selama Berpuasa" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yunir memaparkan hasil pemeriksaan yang mengharuskan diabetesi membatalkan puasanya. Pertama, yaitu apabila terjadi tanda-tanda hipoglikemia atau kadar gula darah kurang dari 60 mg/dL.

"Seringkali bila hasil pemeriksaan menunjukkan hipoglikemia, diabetesi malah memilih untuk tidur. Padahal itu sangat berbahaya, gula darah bisa lebih rendah lagi," papar sekretaris jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) ini.

Bahkan, imbuh Yunir, pembatalan tetap harus dilakukan meskipun waktu berbuka puasa tinggal setengah jam lagi. "Penundaan berbuka puasa beberapa menit saja bisa berakibat fatal," katanya.

Selain itu, diabetesi perlu membatalkan puasa apabila gula darah kurang dari 70 mg/dL pada beberapa jam setelah sahur, khususnya pengguna insulin pada waktu sahur.


Yunir mengatakan, setelah sahur seharusnya gula darah lebih tinggi. Dikhawatirkan apabila sudah mencapai angka tersebut hanya beberapa jam setelah sahur, maka akan lebih rendah lagi setelahnya.
Risiko hiperglikemi juga tak boleh disepelekan diabetesi. Maka sebaiknya apabila gula darah lebih dari 300 mg/dL diabetesi juga perlu membatalkan puasa.

"Yang perlu diingat, diabetesi jangan sampai memaksakan berpuasa. Jika sudah ada tanda-tanda pusing, lemas, tangan berkeringat, segeralah batalkan puasa," tandas Yunir

Jumat, 12 Juli 2013

Tak Bisa Mikir Saat Puasa? Mungkin Ini Penyebabnya




Jakarta, Apakah Anda sering merasa sulit fokus selama berpuasa? Kondisi ini seringkali dianggap hanya diakibatkan tidak adanya asupan makanan dan minuman selama seharian. Nyatanya, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan Anda sulit fokus.

"Sulit fokus selama berpuasa itu wajar, sebagian besar orang mengalaminya. Namun tidak banyak yang paham apa saja penyebabnya, kadang dirasa hanya karena seharian tidak makan saja. Padahal ada beberapa faktor lain, jika dilakukan perubahan maka sulit fokus ini bisa dicegah," terang dr Phaidon L Toruan, seorang praktisi kesehatan, saat dihubungi oleh dan ditulis pada Jumat (12/7/2013).

Berikut beberapa penyebab saat berpuasa menjadi sulit fokus menurut dr Phaidon:

1. Penurunan gula darah

Kadar gula darah yang menurun menyebabkan kemampuan otak untuk konsentrasi akan menurun pula. Kondisi ini umumnya terjadi di 3 hari awal puasa, setelah itu otak akan berusaha untuk beradaptasi agar bisa menyeimbangkannya. Gula darah yang menurun ini umumnya disebabkan karena salah memilih menu saat sahur. Sahur dengan menu karbohidrat sederhana seperti mi, nasi putih, roti putih, atau minuman bergula, maka kadar gula darah orang tersebut akan menurun.

"Kok makanan dan minuman manis justru membuat gula darah menurun? Sebab, sesaat setelah mengonsumsi makanan dan minuman manis gula darah memang akan naik, tapi secara cepat dan drastis. Pada dasarnya otak tidak menyukai kadar gula darah yang terlalu tinggi, maka otak memerintahkan hormon insulin untuk menurunkan gula darah. Selain itu, gula darah yang terlalu tinggi juga dapat melukai dinding pembuluh darah dan mengurangi kekebalan tubuh," ungkap dr Phaidon.

2. Terlalu banyak gorengan saat sahur

Makanan yang diolah dengan cara digoreng membuat ikatan oksigen di otak berkurang 20 persen. Mengonsumsinya terlalu banyak saat sahur akan membuat otak menjadi sulit untuk konsentrasi di hari tersebut.

3. Kurang minum

Saat sahur dan berbuka, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Caranya dengan menghitung 0,03 x berat badan (dalam kg). Misalnya seseorang memiliki berat badan 55 kg, maka kebutuhan cairannya adalah 0,03 x 55 = 1,65 liter air.

"Tidak selalu kebutuhan cairan per hari itu 2 liter untuk semua orang. Dengan menggunakan rumus ini, maka orang-orang bisa tahu seberapa banyak sebenarnya cairan yang dibutuhkan. Kebanyakan setelah berbuka cepat merasa cukup minum, padahal sebenarnya tubuh masih butuh," tutur dr Phaidon.

Ini Dia Manfaat Luar Biasa dari Tidur yang Tak Terduga



Hidup sehat berawal dari pola hidup yang baik dan teratur. Termasuk di dalamnya dengan mengatur pola tidur. Dengan menerapkan pola tidur yang teratur, Anda tak hanya bisa memulihkan stamina saja, tapi masih ada manfaat tak terduganya lho.


1. Meningkatkan daya ingat

Tahukah Anda jika pikiran Anda justru sedang sibuk selama Anda tengah tertidur lelap. Ketika tidur, Anda bisa memperkuat kenangan atau 'melatih' kemampuan-kemampuan yang dipelajari saat Anda terjaga. Inilah proses yang disebut konsolidasi.

"Ketika Anda mempelajari sesuatu, baik fisik atau mental, hal yang paling baik dilakukan adalah dengan latihan," kata Dr Rapoport, profesor di NYU Langone Medical Center.

"Tapi 'latihan' yang terjadi saat tidur akan membuat Anda bisa mempelajarinya lebih baik," imbuhnya. Dengan kata lain, jika Anda mencoba belajar sesuatu yang baru, maka Anda akan melakukannya lebih baik setelah Anda tidur.

2. Mencegah peradangan

Peradangan berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, diabetes, arthritis, dan penuaan dini. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam, memiliki tingkat darah yang lebih tinggi dari protein inflamasi dibanding mereka yang tidur dengan waktu lebih banyak.

Studi pada tahun 2010 menemukan bahwa protein C-reaktif yang berhubungan dengan serangan jantung, lebih tinggi pada orang-orang yang tidurnya selama enam jam atau kurang dalam satu malam. "Orang yang memiliki sleep apnea atau insomnia bisa mengalami peningkatan tekanan darah dan peradangan," kata Dr Rapoport.

2. Memicu kreativitas

Setelah melalui tidur malam yang baik dan mengkonsolidasikan kenangan saat terjaga, otak akan menata dan merekstruktrusisasi hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya. Hal ini bisa menciptakan lebih banyak kreativitas. Para peneliti di Harvard University dan Boston College menemukan bahwa selama tidur orang bisa memperkuat komponen emosional dan memorinya sehingga bisa memacu proses kreatifitasnya.

3. Meningkatkan prestasi belajar

Menurut studi dalam jurnal Sleep 2012, anak-anak usia 10 sampai 16 tahun yang memiliki gangguang pernafasan saat tidur seperti mendengkur, sleep apnea, dan jenis pernafasan yang bisa mengganggu tidur, lebih cenderung memiliki masalah dalam perhatian belajarnya.

"Hal ini mengakibatkan kerusakan fungsional yang signifikan di sekolah," tulis para peneliti. Dalam studi lain, mahasiswa yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup memiliki nilai yang lebih buruk. "Jika Anda mencoba begadang untuk memenuhi tenggat waktu, itu hal yang berat dan jelas bisa merusak belajar," kata Dr Rapoport.

4. Hiperaktif saat kurang tidur

Menurut Dr Rapoport, efek samping kurang tidur pada anak tidak sama dengan orang dewasa. Saat orang dewasa cenderung mengantuk saat kurang tidur, anak-anak justru menjadi hiperaktif. Sebuah studi dalam jurnal Pediatrics 2009 menemukan bahwa anak usia tujuh dan delapan tahun yang tidur kurang dari delapan jam cenderung hiperaktif, lalai, dan impulsif.

"Kami mendiagnosa dan mengukur jam tidur dengan mengukur perubahan listrik di otak. Jadi tidak mengherankan bagaimana tidur bisa memengaruhi otak kita," jelas Dr Rapoport.

5. Menurunkan berat badan

Para peneliti di University of Chicago menemukan bahwa orang yang melakukan diet ditambah dengan waktu istirahat yang baik, kehilangan 56 persen lemak lebih banyak dibanding mereka yang berdiet dan kurang tidur. Kurang tidur juga menyebabkan orang yang berdiet merasa lapar.

"Tidur dan metabolisme dikendalikan oleh sektor yang sama dari otak," kata Dr Rapoport. "Ketika Anda mengantuk, hormon tertentu dalam darah Anda naik dan memicu hormon-hormon lain yang meningkatkan nafsu makan," lanjutnya.

6. Mengurangi stres

Dalam kesehatan, tidur dan stres sama-sama mempengaruhi kesehatan jantung. "Tidur pasti dapat mengurangi tingkat stres, dengan begitu tekanan darah akan lebih baik. Selain itu, tidur juga berpengaruh pada kadar kolesterol yang berperan penting dalam penyakit jantung," papar Dr Jean.

7. Mencegah terjadinya kecelakaan

Mengemudi dalam keadaan mengantuk sangat tidak disarankan. The national Highway Traffic Safety Administration melaporkan pada tahun 2009 rasa lelah dan kantuk menjadi penyebab tertinggi terjadinya kecelakaan tunggal.

"Kantuk selalu diremehkan oleh kebanyakan orang, padahal itu bisa berakibat fatal termasuk bagi masyarakat. Sulit tidur bisa berpengaruh pada reaksi saat kita akan mengambil keputusan," jelas Dr Rapoport.

Mengemudi dalam keadaan sebelumnya tidak tidur selama satu malam sama dengan mengemudi dalam keadaan mabuk atau di bawah pengaruh alkohol.

8. Mencegah depresi

"Kurang tidur bisa menyebabkan depresi. Tidur malam yang baik bisa membantu seseorang yang murung mengurangi kecemasannya. Emosi pun lebih stabil," papar Dr Jean.

Selasa, 02 Juli 2013

Mengatasi Telapak Kaki Pecah-pecah


Masalah seputar kaki yang kerap kita alami adalah telapak kaki pecah-pecah. Penyebab kondisi telapak kaki yang pecah-pecah ini ada dua, yakni internal dan eksternal. Faktor internal, di antaranya usia dan gangguan hormonal. Bertambahnya usia seseorang membuat kondisi tubuhnya  mengalami penurunan kualitas, termasuk kaki, sehingga rentan mengalami berbagai permasalahan. Sedangkan faktor eksternal, antara lain perubahan cuaca yang drastis dan pemakaian sabun atau deterjen. Kandungan soda dalam deterjen menyebabkan kulit kaki kehilangan kelembapannya dalam jumlah besar, sehingga membuatnya jadi sangat kering dan akhirnya pecah-pecah.
Perawatan yang bisa dilakukan sebenarnya sederhana saja:
* Senantiasa menjaga kelembapan kulit kaki.
* Lakukan perawatan kaki secara teratur, setidaknya 2 minggu sekali, menggunakan produk perawatan khusus untuk kaki yang berkualitas baik. Kita bisa melakukan perawatan sendiri di rumah ataupun di salon khusus yang menyediakan jasa perawatan kaki.
* Untuk perawatan dasar, cuci kaki sampai betul-betul bersih setiap kali mandi, dan jangan lupa handuki sampai benar-benar kering, terutama sela-sela jari kaki.
* Untuk perawatan rutin, cukup luangkan waktu sekitar 20-30 menit.  Rendam kaki dalam wadah berisi air hangat yang telah ditambahkan beberapa tetes desinfektan. Gosoklah jari-jari kaki dengan sikat lembut. Sementara untuk bagian tumit yang pecah-pecah, gosoklah menggunakan batu apung atau alat penghalus telapak kaki yang biasanya dijual di gerai-gerai kecantikan. Alat ini mampu mengelupaskan bagian kulit yang kering pada tumit.
* Dianjurkan setiap malam seusai membersihkan kaki gunakan foot lotion yang mengandung emollient ataupun lidah buaya yang bersifat menyejukkan. Malam hari merupakan waktu yang paling tepat untuk merawat kulit karena saat itulah kulit memperbaiki dan membangun kembali sel-selnya yang telah rusak. Bisa juga menjatuhkan pilihan pada krim atau losion yang mengandung lanolin dan provitamin D. Kandungan bahan-bahan ini akan sangat membantu melembutkan kaki yang sangat kering.
* Lakukan pemijatan kaki seusai mengoleskan losion agar peredaran darahnya lancar. Peredaran darah yang lancar berarti menjamin kaki mendapat kecukupan nutrisi.
* Jangan bertelanjang kaki di tempat yang lembap atau becek. Telapak kaki yang kelewat sering bersentuhan langsung dengan lantai juga rentan menyebabkan kulit kaki pecah-pecah.
* Gunakan sepatu kulit lembut atau berbahan kain yang memungkinkan kaki tetap dapat "bernapas".
* Jangan menggunakan sepatu tertutup sepanjang waktu. Jadi, sesekali lepaskan sepatu agar terjadi pertukaran udara. Sedapat mungkin selingi pemakaian sepatu tertutup dengan sepatu model terbuka. Selain jadi mudah sangat kering, kaki yang tertutup sepanjang hari juga akan memunculkan aroma tak sedap.

Rajin Makan Ikan Cegah Kanker Payudara


 Kanker payudara memang masih menjadi momok bagi kaum wanita. Namun penyakit ini bisa kita cegah dengan melakukan gaya hidup sehat, antara lain rajin makan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3.

Para peneliti dari China menganalisa 26 studi internasional yang melibatkan 900.000 wanita, termasuk 20.000 di antaranya menderita kanker payudara. Mereka menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi asam lemak omega-3 dari ikan paling sering memiliki penurunan risiko kena kanker payudara 14 persen lebih kecil.

Hasil studi juga menunjukkan hubungan penurunan risiko dengan dosis. Disebutkan, setiap 0,1 gram peningkatan konsumsi kadar omega-3 per hari dikaitkan dengan 5 persen penurunan risiko kanker payudara. Sebagai perbandingan, satu sajian ikan salmon mengandung 4 gram asam lemak omega-3.

Asam lemak omega-3 merupakan tipe lemak tidak jenuh yang telah diketahui dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.

Meski demikian, para peneliti mengatakan konsumsi asam lemak omega-3 dari tumbuhan tidak menunjukkan efek yang sama dalam pengurangan risiko kanker payudara.

Selain itu, mereka juga menemukan manfaat omega-3 untuk mengurangi risiko kanker payudara berbeda pada setiap populasi. Pada orang Asia, mungkin manfaatnya tidak sebesar orang Barat. Menurut para peneliti hal ini mungkin terjadi lantaran perbedaaan sumber omega-3 yang dimakan.

Manfaat omega-3 dalam ikan dinilai paling baik untuk menekan risiko kanker payudara. Sementara belum jelas apakah konsumsi omega-3 dari suplemen juga memberikan efek yang sama.

Sebuah tinjauan dari 48 studi menyimpulkan bahwa masih belum jelas konsumsi omega-3, baik dari makanan ataupun suplemen, dapat mengubah risiko penyakit jantung atau kanker. Namun bukan berarti orang harus menghentikan diet kaya omega-3.

Suplemen Minyak Ikan Tingkatkan Kemampuan Baca Anak


 Banyak orangtua memberikan suplemen minyak ikan kepada anak-anaknya karena kandungan kalsium dan omega-3 yang baik untuk pertumbuhan. Menurut studi terbaru, minyak ikan juga bisa meningkatkan kemampuan membaca anak.

Para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, melakukan penelitian manfaat omega-3 terhadap kemampuan membaca. Sekitar 362 anak berusia 7-9 tahun diberikan suplemen minyak ikan sebagai sumber omega-3 dengan dosis 600 mg selama 16 minggu.

Walaupun tidak ada efek signifikan pada keseluruhan sampel, tetapi pada anak-anak yang kemampuan membacanya rendah, setelah rutin mengonsumsi sumber omega-3, kemampuan membacanya meningkat dalam tiga minggu dibandingkan dengan anak yang mendapatkan suplemen plasebo atau tidak punya zat aktif.

Dr Alex Richardson, peneliti senior dari Centre for Evidence-Based Intervention dari Universitas Oxford, mengatakan, suplementasi omega-3 terbukti meningkatkan kemampuan baca anak yang berada dalam skala terendah untuk menyamai teman-temannya.

Studi sebelumnya menyebutkan, suplementasi omega-3 juga bermanfaat untuk anak-anak yang menderita gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktif, anak yang disleksia, serta gangguan perkembangan koordinasi.

Walaupun begitu, orangtua seharusnya tidak terlalu mengandalkan kemampuan suplemen untuk meningkatkan kemampuan membaca anak dalam waktu singkat.

Senin, 01 Juli 2013

Ragi Beras Merah Bantu Turunkan Kolesterol


shutterstock
Ilustrasi beras merah
JAKARTA- Banyak orang lebih menyukai bahan-bahan herbal untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Termasuk untuk menurunkan kadar kolesterol. Salah satu bahan herbal yang telah terbukti efektif untuk menurunkan kadar kolesterol jahat adalah ragi beras merah.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Sahid Sahirman Jakarta, dr. Aulia Sani mengatakan, ragi beras merah berfungsi menghambat produksi kolesterol dalam organ hati dan mencegah penebalan plak dalam pembuluh darah dan terhindar dari penyumbatan pembuluh.

Kolesterol sebenarnya secara alami diproduksi dalam organ hati. Namun gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan kurang beraktivitas fisik dapat meningkatkan produksi kolesterol di hati. Faktor keturunan juga berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol.

"Menghambat produksi kolesterol langsung pada organ  hati dapat menurunkan kadar kolesterol total secara cepat," tutur Aulia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/6/2013) lalu.

Ragi beras merah diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol di hati. Dilansir dari situs Drugs, ragi beras merah mengandung senyawa aktif lovastatin yang memiliki efek memperbaiki kadar lemak darah yang terlalu tinggi (hiperlipidemia) . Selain itu ada beberapa bukti juga yang menyebutkan bahwa senyawa tersebut memiliki efek antibakteri dan antikanker.

Ragi beras merah juga mengandung sterol seperti beta-sitosterol dan campesterol yang dapat menghalangi penyerapan kolesterol di usus. Selain itu isolasi asam lemak tidak jenuh seperti oleik, linoleik, dan asam linolenik, dan vitamin B kompleks seperti niasin dalam ragi beras merah juga dapat menjadi solusi dalam mengurangi kolesterol.

Uji klinis suplemen yang mengandung ekstrak ragi beras merah juga dilakukan di Indonesia oleh Aulia pada 40 pasien beberapa waktu lalu menunjukkan hasil yang positif.

"Dalam jangka waktu lima hari, rata-rata kadar LDL (kolesterol jahat) dapat turun hingga 18,87 mg/dL dan kadar trigliserida turun hingga 17,1 mg/dL," papar mantan Direktur Utama Pusat Jantung Harapan Kita ini.

Kadar kolesterol total dalam darah yang dianjurkan adalah kurang dari 200 mg/dL. Sedangkan untuk kadar LDL adalah kurang dari 100 mg/dL, dan trigliserida kurang dari 150 mg/dL. Sementara untuk kadar HDL (kolesterol baik) haruslah di atas 45 mg/dL.

Minggu, 30 Juni 2013

Wanita-wanita yang Tak Boleh Pakai KB Hormonal




Jakarta, Kontrasepsi atau KB hormonal cenderung lebih populer karena kemudahan penggunaan dan efektivitasnya. Namun tidak semua wanita diperbolehkan menggunakan jenis kontrasepsi ini. Siapa saja yang tidak diperbolehkan?

Kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik, menggunakan estrogen dan atau progestin untuk membantu mencegah ovulasi (pembuahan). Metode pengendalian kelahiran dengan hormon bersifat reversibel, sehingga wanita dapat hamil setelah menghentikan penggunaannya.

Tapi seperti kontrasepsi lainnya, kontrasepsi hormonal memiliki efek samping yang umum dan faktor risiko medis, terutama bagi wanita dengan kondisi tertentu. Sebelum memberikan satu jenis kontrasepsi, dokter atau bidan biasanya akan memeriksa dan menanyakan riwayat kesehatan wanita.

Wanita-wanita dengan kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan kontrasepsi hormonal, seperti dilansir About.com, Minggu (30/6/2013):

1. Hamil
2. Kurang dari 6 minggu pasca persalinan
3. Usia lebih dari 35 tahun
4. Perokok
5. Penderita penyakit hati aktif atau punya riwayat tumor hati
6. Penyandang diabetes
7. Punya riwayat penyakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi
8. Perdarahan vagina yang tidak bisa dijelaskan
9. Penderita kanker payudara, punya riwayat kanker payudara atau mengalami pertumbuhan abnormal pada payudara
10. Punya riwayat masalah pembekuan darah
11. Penderira migrain
12. Keberatan moral terhadap metode kontrasepsi hormonal.

Ibu Hamil, Cobalah Tidur Miring ke Kiri



Tidur miring ke kiri akan meningkatkan aliran darah dan nutrisi ke plasenta dan janin. Ginjal ibu hamil juga akan bekerja lebih efisien, dengan menghilangkan cairan dan "sampah" dari dalam tubuh. Dengan posisi ini, cairan yang menumpuk di kaki dan tangan, yang membuat kaki membengkak akan berkurang. Yang terutama, posisi ini juga akan mengurangi aliran darah ke jantung dan menyebabkan penurunan aliran jantung.

Posisi yang paling tidak disarankan untuk ibu hamil adalah telentang, khususnya selama trimester akhir. Tidur dengan posisi telentang akan membuat rahim menekan tulang belakang, otot punggung, usus, dan pembuluh darah utama. Akibatnya, punggung jadi sakit, ambeien, dan penurunan peredaran darah, yang membuat Anda tidak nyaman dan menurunkan peredaran darah ke janin. Anda juga bisa jadi pusing, tekanan darah rendah, mengorok, menambah berat badan, dan mengalami sleep apnea (gangguan henti nafas).

Untuk memudahkan Anda, sebaiknya biasakan tidur miring ke kiri sejak awal kehamilan. Tidur dengan posisi yang sama sepanjang malam memang tidak akan nyaman, jadi Anda pun perlu mengubah posisi dari sisi kiri ke kanan. Meski begitu, sebaiknya Anda lebih banyak miring ke kiri demi kesehatan Anda dan bayi di dalam kandungan.

Agar Anda bisa tidur miring dengan nyaman, ini yang bisa Anda lakukan:
* Hindari minuman yang mengandung kafein seperti soda, kopi, dan teh.
* Hindari makan terlalu banyak beberapa jam sebelum tidur. Lebih baik Anda makan lebih banyak saat sarapan dan makan siang, dan makan lebih sedikit pada malam hari. Penuhi kebutuhan nutrisi dan minum air putih sepanjang hari.
* Biasakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
* Hindari latihan terlalu berat menjelang tidur, dan lakukan kegiatan yang merileksasi seperti berendam dalam air hangat selama 15 menit, minum susu hangat dengan tambahan madu.
* Terbangun karena kram? Tekan-tekan kaki Anda dengan kuat ke dinding. Tambahkan asupan kalsium ke dalam menu makan Anda untuk menghindari kram.
* Jika Anda kurang tidur pada malam sebelumnya, coba ganti dengan tidur siang selama 30-60 menit.

Sabtu, 29 Juni 2013

Hilangkan Stigma pada Penyakit "Ayan"


   Penyakit epilepsi atau dikenal juga dengan sebutan "ayan" masih menimbulkan pandangan keliru (stigma) di masyarakat antara lain penyakit akibat kutukan, guna-guna, kerasukan, gangguan jiwa atau mental. Bahkan, ada mitos bahwa penyakit ini dapat ditularkan melalui air liur. Hal ini berpengaruh negatif terhadap upaya pelayanan penyandang epilepsi.
Problem psikososial pada penyandang epilepsi ditemukan lebih tinggi pada populasi umumnya. Problem terbanyak yang dilaporkan adalah adanya isolasi sosial, kurang percaya diri, bahkan menimbulkan kecemasan dan depresi. Padahal problem sosial menjadi sangat penting karena berdampak pada berkurangnya kualitas hidup penyandangnya.
Menurut spesialis saraf dari RS Islam Pondok Kopi Jakarta Timur dr. Gea Pandhita, penyakit epilepsi sebenarnya tidak menimbulkan kerugian yang banyak pada lingkungan lantaran penyakit tersebut tidak menular. Penyakit lain yang sebenarnya lebih berbahaya daripada epilepsi justru dapat diterima lebih baik, hanya karena tidak memiliki stigma.
Faktanya, lanjut Gea, epilepsi juga bukan penyakit jiwa, melainkan penyakit fisik yang dialami akibat ketidaknormalan kelistrikan sekelompok sel saraf di otak (bangkitan). Seseorang dikatakan mengidap epilepsi apabila ia mengalami bangkitan berulang, berselang lebih dari 24 jam, yang timbul tanpa provokasi.
Dapat diobati
Gea menjelaskan, epilepsi sejatinya bisa diobati. Pengobatan bertujuan untuk menghindari terjadinya bangkitan, sehingga mencegah gejalanya untuk timbul. Obat-obatan epilepsi antara lain valproate, phenytoin, lamotrigrine, gabapentine, levetiracetam, oxcarbazepine, zonisamide, dan beberapa jenis obat lainnya.
Prinsip pengobatan epilepsi, tutur Gea, yaitu dimulai dengan memberikan satu jenis obat dengan dosis yang rendah. Apabila bangkitan sudah tidak timbul dalam dua tahun berturut-turut artinya dosis obat sudah adekuat sehingga tak perlu ada penambahan dosis. Namun bila bangkitan masih terjadi maka dosis obat bisa ditambahkan.
"Dan bila bangkitan masih timbul, maka perlu diberikan dosis kombinasi dua hingga tiga obat sekaligus," paparnya dalam seminar edukasi oleh RSI Pondok Kopi dan SOHO Group, Kamis (27/6/2013) di Jakarta.
Pemberian obat didasari oleh jenis gejala epilepsi, usia penyandang, dan kesesuaian reaksi obat, yaitu apabila ada reaksi alergi maka obat perlu dihentikan dan dialihkan ke jenis obat epilepsi lain.
Di samping pemberian obat, penyandang epilepsi sebaiknya menghindari bernapas pendek-pendek dan cepat, cemas, kurang tidur, dan makan tidak teratur. Hal-hal tersebut perlu dihindari guna menghindari terjadinya bangkitan.

Jumat, 28 Juni 2013

7 Fakta di Balik Mitos tentang Dehidrasi



     Agar bisa berfungsi dengan baik, setiap sel dalam tubuh manusia membutuhkan air. Nah, air ini diperlukan untuk mengatur suhu badan, melindungi sendi-sendi dan organ, serta memperlancar pencernaan.

Namun, dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini, konsumsi air perlu ditingkatkan untuk mencegah dehidrasi. Berbicara mengenai dehidrasi, berikut mitos dan fakta tentang dehidrasi, seperti dilansir Huffington Post, Jumat (28/6/2013) :

Mitos: Dehidrasi tidak nyaman, tapi tidak berbahaya
Fakta: Meski kebanyakan orang mengalami gejala dehidrasi ringan seperti sakit kepala, lesu, jarang buang air kecil, dan berkeringat, tapi jika dibiarkan, dehidrasi bisa berbahaya. Menurut Mayo Clinic, dehidrasi yang parah bisa menyebabkan komplikasi seperti pembengkakan otak, kejang, gagal ginjal, bahkan kematian.

Biasanya, orang dewasa bisa mengatasi dehidrasi ringan ini dengan minum cairan ekstra. Tapi jika tidak segera diatasi, dehidrasi bisa mengakibatkan rasa haus yang ekstrim, pusing, kebingungan, dan berhenti buang air kecil. Pada anak-anak dan lansia, dehidrasi bisa menyebabkan diare, muntah, demam, cepat marah, dan kebingungan.

Mitos: Haus itu tanda dehidrasi
Fakta: Rasa haus merupakan cara tubuh memberi sinyal Anda untuk minum air. Saat haus, Anda tidak sedang berada pada risiko bahaya dehidrasi. "Ketika haus, defisit air dalam tubuh berkurang sedikit, meskipun itu hal yang sensitif," kata Profesor Kedokteran di University of Pennsylvania.

"Mungkin hanya satu persen air yang berkurang dalam tubuh Anda secara keseluruhan dan itu hanya membutuhkan beberapa jumlah cairan saja," lanjutnya.

Mitos: Setiap orang perlu minum delapan gelas air sehari
Fakta: Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan pria agar minum sekitar tiga liter air per harinya, sedangkan wanita sebanyak 2,2 liter. Sementara ahli lainnya mengatakan tidak perlu memaksakan diri untuk minum jika memang tidak haus.

Menurut data IOM, sekitar 20 persen asupan air rata-rata dalam tubuh seseorang berasal dari makanan terutama dari makanan yang kandungan airnya tinggi seperti timun dan semangka. "Yang harus dikatakan adalah beberapa gelas cairan per harinya, karena kopi, teh, jus buah, bahkan minuman manis pun memberi tubuh Anda cukup banyak air. Meski kami tak merekomendasikannya untuk tujuan hidrasi," kata Noakes.

Mitos: Urine yang jernih salah satu tanda dehidrasi
Fakta: Pada dasarnya, tidak ada urine yang jernih, warnanya lebih cenderung ke kuning pucat. Ahli fisiologi dan profesor di University of Connecticut's Human Performance Laboratory, Lawrence Armstrong, Ph.D, telah membuat grafik warna urine berdasarkan tingkat dehidrasi.

Jadi Anda dapat menyesuaikan asupan cairan dengan melihat warna urine Anda. Perlu diingat pula, suplemen dan makanan pun bisa mengubah warna urine.

Mitos: Minum terlalu banyak air, tak masalah
Fakta: Overhydrating bisa sangat berbahaya, meskipun itu jarang terjadi. Minum terlalu banyak air bisa menyebabkan hiponatremia, yaitu kadar natrium dalam tubuh menjadi encer dan menyebabkan sel-sel membengkak. Gejala hiponatremia yaitu mual, muntah, sakit kepala, pusing, kebingungan, kelelahan, dan kejang.

Mitos: Olahragawan butuh minuman penambah energi
Fakta: Dengan berolahraga kurang dari satu jam, cadangan air masih baik-baik saja. Jika Anda sudah berolahraga lebih dari satu jam, baru elektrolit dan cadangan glikogen Anda berkurang. Para olahragawan bisa mendapatkan energi dari campuran gula dan sodium.

Bukan pilihan cerdas untuk memilih minuman penambah energi yang penuh dengan zat aditif-sebagai pengganti energi saat beraktivitas. Tak ada salahnya jika memilih bahan makanan alami sebagai pengganti minuman ini.

Mitos: Kopi bisa sebabkan dehidrasi
Fakta: Dehidrasi akan terjadi jika Anda mengonsumsi kopi secara berlebih. Menurut Mayo clinic, minum 500 mg kafein atau lebih setiap hari, bisa menyebabkan seseorang terkena risiko dehidrasi.

Penyakit dengan Penularan Paling Cepat



 Beragamnya sifat penyakit, bahkan beberapa mulai kebal terhadap obat, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk menjaga kesehatan dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh.

Meski insiden penyakit tidak menular, seperti stroke atau kanker, kini terus meningkat secara global, namun beberapa penyakit menular tidak pernah hilang.

Dr.Daniel Caplivski, ahli penyakit menular dari Mount Sinai Medical Center di New York, menyebutkan ada beberapa penyakit menular dengan tingkat penularan cepat dan mengkhawatirkan. Hal tersebut antara lain disebabkan karena mobilitas orang yang semakin cepat, baik antar kota atau negara.

Berikut adalah beberapa penyakit menular yang dianggap sangat mengkhawatirkan.

Influenza
Virus penyakit flu terus ada sepanjang tahun. Virus ini menjadi sangat berbahaya jika muncul strain baru, misalnya H7N9 yang sekarang menjadi wabah di Cina. Sejauh ini virus H7N9 berakibat fatal pada sepertiga pasien yang dirawat akibat tertular virus ini.

"Strain virus yang baru menyulitkan sistem daya tahan tubuh kita untuk memberikan respon yang setara," kata Caplivski.

Meski tren penularan H7N9 mulai menurun, namun para pakar masih terus memonitor virus ini. Sejauh ini kita bisa melindungi diri dengan melakukan vaksin influenza, terutama jika akan bepergian ke Cina.

Bakteri kebal antibiotik
Para dokter di AS dibuat cemas dengan peningkatan kasus bakteri yang kebal antibiotik. "Bakteri selalu punya cara untuk menghadapi antibiotik," katanya.

Yang jadi kekhawatiran adalah belum banyak antibiotik generasi baru yang dibuat perusahaan farmasi. "Membuat antibiotik tidak menguntungkan karena risetnya mahal. Lebih untung jika memproduksi obat diabetes atau pelangsing," kata Caplivski.

Strain bakteri yang kebal obat antara lain CRE (carbapenem-resistant enterobacteriacease), MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aereus) dan C.diff (Clostridium dificile).

Bakteri-bakteri tersebut bisa menyebabkan kematian jika menginfeksi karena belum ada obat untuk mengatasinya. Kebanyakan bakteri tersebut berada di rumah sakit.

Tuberkulosis
Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyerang paru-paru. Penyakit ini bisa berakibat kematian jika tidak segera diobati. Pengobatan yang tidak tuntas juga bisa memicu TB kebal obat.

Virus MERS
Tahun lalu para ahli mencatat 60 kasus virus MERS, infeksi pernapasan yang lebih berbahaya dibanding SARS. Virus ini kebanyakan ditemukan di negara-negara Timur Tengah dan Eropa.

HIV
Infeksi HIV masih menjadi masalah di banyak negara. Meski demikian kemajuan pesat dalam dunia pengobatan menyebabkan banyak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup secara produktif dan berumur panjang.

Kendati demikian, penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks bebas dan jarum suntik yang terinfeksi ini bagaikan puncak gunung es akibat banyaknya orang yang sebenarnya sudah terinfeksi tetapi tidak mengetahui karena tak pernah memeriksakan dirinya.

Kamis, 27 Juni 2013

Ini Petunjuk Apakah Keringat Anda Menyehatkan atau Tidak


Ilustrasi (dok: Thinkstock)

Jakarta, Berkeringat itu sehat bagi tubuh manusia. Namun keringat berlebihan bisa jadi pertanda yang tidak baik. Kapan keringat jadi menyehatkan atau malah jadi pertanda buruk bagi kesehatan?

Nah, berikut ini kondisi-kondisi tubuh saat berkeringat yang menyiratkan kesehatan atau justru pertanda penyakit tertentu, seperti dikutip dari Boldsky, Selasa (11/6/2013):

Manfaat Keringat

1. Mendinginkan Tubuh

Keringat bermanfaat bagi tubuh lantaran membantu mendinginkan panas tubuh. Ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan uap dan menjaga suhu nyaman. Itu makanya saat cuaca terik atau makan yang panas-panas, tubuh Anda akan berkeringat.

2. Membersihkan Pori Kulit

Keringat dapat menghilangkan racun dari pori-pori kulit Anda. Dalam proses ini pori-pori terbuka, dan dengan bantuan keringat maka kerentanan akan jerawat dan masalah kulit lainnya bisa berkurang.

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Anda mungkin sering mendengar bahwa jika ingin menurunkan berat badan, maka harus banyak keringat yang keluar. Ketika Anda berkeringat karena latihan, artinya Anda benar-benar membakar kalori dan meningkatkan metabolisme.

Berkeringat Berlebihan, Indikasi Apa?

Meski berkeringat itu sehat, namun berkeringat terlalu banyak merupakan pertanda masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan keringat berlebihan.

1. Serangan Jantung

Ketika seseorang akan terkena serangan jantung, umumnya dia akan banjir keringat. Hal ini disertai dengan nyeri otot dan mual.

2. Tiroid

Terlalu banyak berkeringat juga bisa disebabkan oleh gangguan tirois. Umumnya telapak tangan juga ikut berkeringat jika memiliki tiroid yang tinggi.

3. Menopause

Berkeringat dan sensasi hot flashes adalah gejala umum menopause dan gangguan hormonal.

4. Leukaemia atau AIDS

Jika seseorang kerap mengalami keringat dingin di malam hari, maka hal itu dapat disebabkan oleh dua penyakit yakni kanker darah atau AIDS.

Bagaimana Mengetahui Keringat Berlebihan?

Jumlah keringat yang dihasilkan tubuh dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Ada orang yang secara alami memiliki keringat lebih banyak daripada yang lain. Seseorang yang melakukan latihan fisik berat juga cenderung untuk berkeringat banyak.

Keringat menjadi berlebihan jika keringat yang keluar dari tubuh lebih dari jumlah yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya. Misalnya saja jika Anda berkeringat meski tidak merasa kepanasan, atau berkeringat saat sedang duduk diam dan tidur di ruangan yang dingin, maka keringat yang keluar bisa dikatakan tidak normal.

Tubuh seharusnya berkeringat hanya saat seseorang merasa kepanasan atau karena kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik. Jika keringat keluar tanpa ada rasa kepanasan sebelumnya atau tanpa suatu aktivitas fisik, maka itu artinya keringat keluar berlebihan.

Kena Diabetes? Tak Usah Diet atau Ubah Gaya Hidup, Olahraga Saja Cukup


i

Sekali divonis mengidap diabetes tipe 2, orang-orang biasanya berbondong-bondong melaksanakan program diet atau bahkan mengubah gaya hidupnya secara keseluruhan. Padahal sebuah studi baru mengatakan olahraga saja cukup.
Kesimpulan ini diperoleh tim peneliti dari Leiden University, Belanda setelah mengamati 12 pasien diabetes yang diminta melakukan olahraga berintensitas sedang selama enam bulan. Partisipan yang rata-rata berusia 46 tahun ini harus berolahraga antara 3,5 jam sampai 6 jam perminggunya.

Setiap minggu, partisipan diminta melakukan latihan resistensi sebanyak dua kali dan latihan ketahanan dengan frekuensi yang sama. Selain itu, ke-12 partisipan juga menjalani scan MRI, terutama di awal periode dan setelah merampungkan program olahraga selama enam bulan. Di akhir periode, partisipan juga diajak melakukan ekspedisi pendakian selama 12 hari.

Kemudian dari laporan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Radiology ini terungkap bahwa fungsi jantung partisipan tampaknya tak mengalami perubahan apapun pasca terlibat dalam program latihan fisik. Tapi sebagian besar partisipan mengalami penurunan jumlah lemak di perut, hati dan seputaran jantung yang signifikan, padahal lemak di ketiga organ kerapkali dikaitkan dengan peningkatan risiko sakit jantung.

"Kami menemukan bahwa lapisan lemak kedua di sekitar jantung (lemak perikardial) memperlihatkan perilaku yang sama dengan lemak perut (lemak visceral) dalam rangka merespons latihan fisik. Namun kandungan lemak di dalam hati menurun secara substansial setelah berolahraga," ungkap peneliti Dr. Hildo Lamb dari Leiden University Medical Center.

Menurutnya, upaya pengurangan lemak di hati yang berkaitan dengan olahraga ini cukup penting bagi pasien diabetes tipe 2. Sebab sebagian besar dari mereka mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

"Organ hati memainkan peran sentral dalam mengatur distribusi lemak tubuh secara menyeluruh," tekan Lamb seperti dilansir WebMD, Kamis (27/6/2013).

"Penurunan volume lemak hati dan lemak perut dengan melakukan latihan fisik juga menjadi begitu penting dalam rangka menanggulangi efek samping penumpukan lipid (lemak) di organ tubuh lainnya, misalnya jantung dan dinding pembuluh darah," tutupnya.

Kesehatan Tidur untuk Performa Kerja




JAKARTA- Kita sudah tahu bagaimana kurang tidur dapat memengaruhi performa kerja di siang hari. Konsentrasi yang berkurang, lamban serta ceroboh adalah tanda-tanda kantuk yang masih diabaikan para pekerja.
Turunkan dulu ketegangan dengan menyenangkan diri sebelum tidur. Sekedar membaca atau mendengarkan musik akan membantu suasana hati lebih rileks.
Di era 24 jam ini, tidur adalah kebutuhan biologis yang paling sering dikorbankan atas nama produktivitas. Tanpa disadari bahwa kurang tidur justru dapat mengurangi performa seseorang. Karena ketika tidur, kita diam tak bergerak bukan berarti tidak produktif. Justru tubuh sangat aktif membangun kesehatan, daya tahan tubuh dan kemampuan otak.

Kondisi emosi juga dijaga saat tidur. Saat lelah, seseorang cenderung lebih memperhatikan kepentingan dirinya sendiri tanpa memperhatikan masukan dari sekelilingnya. Tak heran jika kondisi kurang tidur juga mengganggu proses kerja tim serta mendorong terjadinya tindakan kurang etis di lingkungan kerja.

Tidur dan stres
Ketika sedang stres karena tekanan pekerjaan, siapa pun menjadi sulit tidur. Tapi bukan itu saja, kondisi kurang tidur juga menyebabkan seseorang menjadi mudah stres. Kesehatan tidur dan stres saling memengaruhi seolah menjadi lingkaran setan. Sebuah penelitian mengingatkan bahwa terjaga selama 24 jam akan meningkatkan hormon stres secara signifikan.

Kesibukan di siang hari sering kali mengganggu tidur kita di malam hari. Stres di pekerjaan maupun macet perjalanan meninggalkan ketegangan yang harus kita turunkan sebelum naik ke tempat tidur. Kantuk akan jadi percuma jika kita masih terlalu tegang untuk tidur. Akibatnya, kita hanya memejamkan mata di tempat tidur tanpa bisa terlelap.

Turunkan dulu ketegangan dengan menyenangkan diri sebelum tidur. Sekedar membaca atau mendengarkan musik akan membantu suasana hati lebih rileks.

Pekerjaan 24/7

Bekerja dua puluh empat jam sehari dan tujuh hari seminggu belum tentu produktif. Walau ditopang dengan stimulan semacam kafein atau nikotin, otak yang lelah tetap tak terbantu. Sampai saat ini, belum ada satu zat pun yang dapat menggantikan proses restoratif tidur. Stimulan hanyalah penunda kantuk.

Terkoneksi 24 jam dengan internet sebenarnya membantu waktu kerja kita jadi lebih fleksibel. Tetapi, banyak orang justru tak dapat berhenti bekerja walau sudah meninggalkan kantor. Seolah organ tubuh dan smartphone sudah menyatu, menjadi bagian dari diri kita. Sebuah survei di AS menyatakan bahwa 72 persen pekerja tidur dengan smartphone menyala di sisinya. Bahkan 45 persen;nya masih menjawab e-mail sebelum jatuh tidur.

Parahnya, para pemimpin justru menghargai para pekerja yang masih mengirimkan e-mail di dini hari. Sikap yang justru berbahaya. Kemampuan untuk menganalisa dan mengambil keputusan di saat mengantuk tidaklah baik, bahkan buruk. Setiap keputusan penting yang diambil di saat mengantuk layak diragukan. Bill Clinton mengaku bahwa setiap kesalahan yang ia lakukan, selalu dilakukan saat lelah.

Kantuk turunkan kreativitas
Pekerja yang mengantuk sulit untuk kreatif. Sebuah penelitian di tahun 1999 melihat bagaimana kurang tidur dapat mengganggu kemampuan mengambil keputusan dan menerima masukan. Penelitian belakangan bahkan melihat bagaimana terjaga selama 24 jam dapat mengganggu fungsi bagian korteks prefrontal pada otak, bagian yang mengontrol kreativitas, kontrol diri dan cara berpikir yang inovatif.

Bagi perusahan di bidang kreatif atau yang membutuhkan pikiran-pikiran "out of the box" dari para karyawannya, kesehatan tidur jadi amat penting. Mengabaikan kesehatan tidur sama dengan menurunkan kreativitas dan menurunkan mutu karya.

Kafein dan produktivitas
Benarkah kafein dan minuman penambah energi dapat meningkatkan produktivitas? Mungkin saja. Tetapi mengabaikan tidur lalu menopang keterjagaan dengan kafein bukanlah jawaban yang tepat. Stimulan, baik itu dalam bentuk minuman maupun suplementasi makanan hanya akan menunda kantuk. Otak yang lelah tetap akan lelah. Pemikiran yang sempit dan lamban tetap akan lamban.

Kafein di lingkungan kerja mungkin sudah dianggap biasa. Tetapi konsumsi secara membabi buta tidaklah bijak. Prioritaskan tidur yang sehat terlebih dahulu, di saat tertentu baru konsumsi kafein atau minuman penambah energi.

Jam biologis dan produktivitas
Di dalam otak kita tertanam jam yang mengatur ritme tubuh. Mulai dari waktu lapar, buang air, hingga kantuk dan bugar. Selain tidur yang cukup dan berkualitas, baik juga kita kenali ritme jam biologis untuk tingkatkan produktivitas.

Kenali jam biologis lalu sesuaikan ritme kerja agar produktif.

 -    Sesampai di tempat kerja, karena masih pagi dan belum ada tugas penting yang harus dikerjakan silahkan menikmati aroma kafein. Kafein baru akan bekerja setelah 30 menit dikonsumsi. Jadi, jangan saat sudah mengantuk baru minum kopi, percuma.

-    Pagi hari jam 8 bukan waktu yang baik bagi kebanyakan pekerja dewasa muda untuk memulai dengan pekerjaan yang berat dan terlalu serius. Manfaatkan untuk mengatur jadwal dan tugas-tugas.

-    Mendekati jam 9:00 kebugaran mulai menghampiri. Bagi kantor dengan banyak pekerja usia dewasa muda, ini waktu yang tepat untuk memulai briefing pagi. Apalagi di bidang kreatif. Ide-ide inovatif akan dengan mudah dan lancar dikeluarkan.

-    Jam makan siang biasanya kita punya waktu satu jam untuk beristirahat. Gunakan waktu ini untuk menikmati "power nap". Setelah makan siang, bersandar santai di kursi, tutup mata dengarkan lagu lembut dan nikmati tidur siang selama 15-20 menit. Dengan demikian, kita mendapatkan segala manfaat tidur, hingga lebih produktif saat bangun.

-    Rapat-rapat penting setelah jam makan siang di jam 14.00-15.00 adalah yang paling melelahkan. Jam biologis kita sedang berada di titik rendah. Beban kantuk sedang kuat-kuatnya. Emosi juga jadi sulit dikontrol.

-    Mendekati jam pulang, dengan stres tinggi dan ketegangan menghadapi macet, ada baiknya jika bersantai sejenak dengan ber-social media atau sekedar duduk main game. Berkumpul dengan teman-teman di kafe sambil menunggu macet biasanya menjadi pilihan paling enak. Tapi sadari juga bahwa kafein dapat bekerja selama 12 jam. Pilihlah minuman dengan kadar kafein rendah atau lebih baik lagi tak mengandung kafein sama sekali.

-    Dengan waktu yang serba mepet. Sore hingga malam adalah waktu yang tersisa untuk berolahraga. Olahraga sangat penting bagi kesehatan. Tetapi olah raga yang baik juga memerhatikan ritme biologis. Jarak selesai berolah raga dan tidur disarankan 3 jam. Olahraga memang menyenangkan dan membuat tubuh lelah. Tetapi, banyak jenis olahraga yang justru meningkatkan adrenalin hingga justru menyegarkan otak. Pilih olah raga yang santai dan tidak kompetitif. Berenang atau jogging ringan sekitar rumah misalnya.